oleh

DP3AP2KB: Saatnya Orang Tua Tidak Tabu Bicara Seks dengan Anak

TIMIKA – Untuk menekan perilaku seks bebas di kalangan remaja, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB, Maria Rettob menyatakan pentingnya edukasi seksual kepada anak.

Maria Rettob yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/2) kemarin mengatakan dulu seks merupakan hal yang sangat tabu diperbincangkan. Tapi dengan perkembangan sekarang ini, maka menurutnya seks bukan lagi hal tabu termasuk bagi orang tua dengan anaknya.

Seks bebas bagi kalangan remaja dikatakan Maria memiliki risiko yang sangat besar. Makanya oleh pemerintah usia pernikahan bagi perempuan ditetapkan 21 tahun dan laki-laki 25 tahun. Pertama mengenai tanggungjawab sebagai orang tua. Namun yang paling utama adalah dampak bagi perempuan remaja jika menikah dan melahirkan di usia dini memiliki risiko besar.

Dinas lanjutnya terus gencar melakukan sosialisasi bahkan sudah membentuk satu komunitas remaja untuk membagikan informasi kepada teman sebayanya mengenai bahaya seks bebas dan perkawinan dini.

Agar kasus seperti yang terjadi berapa hari lalu dimana sepasang muda-mudi yang nekat membuang bayinya tidak terulang, Maria Rettob menegaskan bahwa peran orang tua sangat penting dalam mendidik, mendampingi dan mengawasi anak.

Termasuk kata dia mengenai edukasi seksual yang harus diberikan kepada anak. “Dulu kalau bahas soal seksualitas itu dianggap tabu, tapi sekarang tidak bisa. Orang tua justru harus secara terbuka menjelaskan bahwa seks bebas sangat berbahaya bagi anak-anak. Akibat dari seks bebas jadi apa,” jelasnya.

Sedini mungkin dikatakan Maria, anak harus mendapatkan pengetahuan soal seksual. Terutama mengenai dampak yang ditimbulkan. Apalagi sekarang ini dimana teknologi informasi sangat mudah yang memberikan dampak positif maupun negatif. Disinilah menurutnya peran orang tua dalam memberikan pendampingan. “Saya sangat mengharapkan pengawasan dari orang tua kepada anak dan diberi penjelasan yang baik tentang hal ini, akibatnya seperti apa,” tutur Maria.(sun)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *