oleh

Remaja 12 Tahun Disetubuhi Ayah Tirinya Selama 3 Tahun

TIMIKA – Kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur kembali terjadi. Kali ini korbannya seorang remaja berusia 12 tahun, sebut saja Melati. Melati dilaporkan telah menjadi korban persetubuhan. Mirisnya lagi, perbuatan biadab itu dilakukan oleh pelaku berinisial YF, yang diketahui merupakan ayah tiri dari korban.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK ketika ditemui Radar Timika, Kamis (18/2) di ruang kerjanya, mengakui bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait kasus tersebut dan kini pelaku masih dalam pengejaran polisi.

Lebih lanjut Kasat menjelaskan bahwa kasus persetubuhan yang dilakukan oleh YF terhadap anak tirinya itu terjadi pada Jumat (12/2) sekitar pukul 05.00 WIT pagi di rumah mereka di Jalan Sosial. “Kejadian Hari Jumat, dan dilaporkan pada Hari Rabu tanggal 17 kemarin,” katanya.

AKP Hermanto melanjutkan, bahwa dari pengakuan korban tindak pidana persetubuhan yang disertai dengan kekerasan yang dilakukan oleh pelaku YF, bukan hanya sekali saja melainkan sudah berulang kali terhitung sejak 3 tahun lalu, yakni sejak korban masih berusia 9 tahun.

“Korban sering disetubuhi oleh ayah tirinya itu. Jadi ceritanya ayah tiri lakukan perbuatan itu kepada dirinya sejak korban masih usia 9 tahun, sampai dengan saat ini usianya sudah 12 tahun. Dan ketika ditanyai berapa kali, korban sampaikan sudah tidak ingat. Bahkan satu minggu bisa dua kali,” ungkap Kasat Reskrim.

Kasus persetubuhan itu terungkap setelah korban mengadu mengenai apa yang dialaminya itu kepada tante korban. Dari situ tante korban menyampaikannya kepada ibu korban. Kasat juga menjelaskan dari keterangan korban, menyebutkan bahwa pelaku YF saat itu mendatangi korban yang sementara tidur di dalam kamar, kemudian membangunkan korban serta mengajak korban untuk melayani nafsu bejatnya itu.

“Pelaku datangi korban di kamar, lalu sampaikan katanya bapak lagi ingin, namun korban menolak dengan jawaban, saya tidak mau. Tapi pelaku terus memaksa korban lalu menarik tangan korban untuk mengajak korban ke kamar mandi untuk melakukan itu. Korban ini pelajar SD kelas 6,” AKP Hermanto melanjutkan.

Ia juga mengungkapkan bahwa pelaku selama melakukan perbuatannya itu tidak pernah diketahui oleh istrinya.

“Jadi setiap pelaku lakukan itu, istrinya tidak ada di rumah. Pengakuan korban juga bahwa dia sempat menolak, tapi pelaku malah memukul korban dan pelaku juga mengancam kalau korban tidak mau melayani dia maka korban nanti dipukul. Pelaku juga mengancam korban untuk tidak memberitahukan perbuatannya itu kepada ibu korban,”kata Kasat Reskrim.

Lanjutnya, untuk kasus ini pihak kepolisian telah mengarahkan korban untuk dilakukan visum di rumah sakit. Sementara untuk pelaku kini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.(tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *