oleh

2,5 Persen Keuntungan PTFI Mulai Diterima Pemda Tahun Ini

TIMIKA – Diberlakukannya Undang Undang Minerba memberi dampak positif bagi Mimika sebagai daerah penghasil tambang. PT Freeport Indonesia sebagai operator tambang harus membayar 2,5 persen keuntungan bersihnya kepada Pemda Mimika.

UU sudah diberlakukan sejak Tahun 2019 lalu. Tapi karena minimnya pendapatan, maka PTFI belum membukukan keuntungan. Tahun 2020 lalu, PTFI disebut sudah mulai mendapatkan keuntungan dari operasi tambang di Tembagapura.

Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika sudah menuangkan ini sebagai salah satu sumber penerimaan dalam APBD Tahun 2021. Menurut Kepala Badan Pendapatan Daerah, Dwi Cholifah yang ditemui di kantor Bappeda, Senin (22/2) bahwa perhitungan keuntungan bersih 2,5 persen sebesar Rp 270 miliar. “Itu angka dari PT Freeport Indonesia, mereka sudah kasih. Nanti berdasarkan plus minusnya dilihat dari neraca keuangan akhir tahun,” ujarnya.

Keuntungan 2,5 persen ini ditegaskan Dwi tidak termasuk atau diluar dari divestasi saham. Tapi merupakan amanat UU Minerba dimana kabupaten penghasil mendapatkan 2,5 persen dari keuntungan bersih. Provinsi mendapat 1,5 persen dan 1 persen dibagi kabupaten dalam satu provinsi. “Jadi tidak ada sangkut pautnya dengan saham,” tegasnya.

Memang sambung Dwi, harusnya itu diterima sejak Tahun 2020 untuk keuntungan Tahun 2019. Tapi Karena perusahaan mengaku belum mendapat keuntungan maka belum dibayarkan ke Pemda. Sebab perhitungannya adalah berdasarkan keuntungan bersih. “Tahun 2020 sudah ada keuntungan dan baru dibayarkan di Tahun 2021,” katanya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *