oleh

menunjukan BB Narkotika kepada personelnya. 10 Kasus Kepemilikan Narkotika Berhasil Diungkap Polres Mimika

TIMIKA- Sejak Bulan Januari hingga Februari Tahun 2021 ini, Sat Resnarkoba Polres Mimika telah berhasil mengungkap sekitar 10 kasus kepemilikan narkotika, dan mengamankan sekitar 14 tersangka kasus narkotika golongan I baik itu jenis sabu-sabu, ganja, maupun tembakau sintetis.

Hal itu diungkapkan Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Resnarkoba Polres Mimika, AKP Mansur, SH yang ditemui Radar Timika, Selasa (23/2) kemarin di ruang kerjanya.

Kasat menguraikan, bahwa untuk Bulan Januari sendiri pihaknya berhasil mengamankan 11 tersangka. Sementara untuk Bulan Februari ini, pihaknya berhasil mengamankan 3 tersangka.

“Bulan Januari ada tujuh laporan polisi dengan 11 tersangka dan bulan ini (Februari) ada tiga laporan. Dan tersangkanya ada tiga. Semuanya kini dalam proses penyidikan,”singkatnya.

Lebih lanjut menurut AKP Mansur bahwa dari 14 tersangka itu, ada sekitar 6 berkas yang sudah dikirimkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika, guna dilakukan pemeriksaan berkas oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Sudah ada enam berkas yang kami kirim tahap I ke jaksa. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan berkas oleh jaksa. Yang sisanya masih kami proses dan mungkin secepatnya akan kami kirim ke jaksa,”ucapnya.

Kasat juga menjelaskan bahwa terkait dengan peredaran Narkotika di Mimika sendiri, pihaknya terus melakukan penyelidikan di lapangan guna mengungkap para pelaku bisnis haram tersebut.

“Kami terus melakukan penyelidikan, dengan setiap informasi yang ada tetap kami lakukan pendalaman-pendalaman. Jadi kami kembangkan terus untuk cari jaringannya,”kata AKP Mansur.

Akibat perbuatan mereka, para tersangka kasus kepemilikan Narkotika golongan I jenis sabu-sabu dan tembakau sintetis ini, dipersangkakan Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 800 ribu dan paling banyak Rp 8 miliar.

Dan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I. Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 milyar dan paling banyak Rp 10 milyar”.

Serta Pasal 127 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi “Setiap orang penyalah guna Narkotika golongan I bagi diri sendiri, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun. Kemudian, pengguna Narkotika golongan II bagi diri sendiri, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun”. (tns)

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *