oleh

Pemekaran Papua Tengah Harus Dibarengi Kesiapan Semua Aspek

TIMIKA – Ketua Komite II DPR RI, Yorrys Raweyai menyebut sampai saat ini tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan tujuan utama dari rencana pemerintah melakukan pemekarkan Provinsi Papua Tengah. Hal itu diungkapkan Yorrys dalam jumpa persnya di Hotel dan Restoran Cenderawasih 66, Selasa (23/2). Tujuan pemekaran provinsi sebut Yorrys, mesti dilihat dari semua aspek, mulai Sumber Daya Manusia (SDM), struktur pemerintahan dengan jumlah wilayah yang harus tepat.

“Jika melihat kondisi Papua saat ini, terkesan perencanaan ini hanya politis,” sebut Yorrys.

Dikatakan Yorrys, jika perencanaan pemekaran Provinsi Papua Tengah ini ditengarai oleh pemerintah guna memutus rentang kendali birokrasi, maka dengan sistim teknologi yang sangat berkembang pesat seperti saat ini, sudah tidak memerlukan manusia lagi karena bisa digantikan dengan teknologi yang menghubungkan informasi dari pusat sampai ke daerah.

Melihat masih banyaknya pertanyaan dari masyarakat luas soal rencana pemekaran Provinsi Papua ini, ia sebagai wakil rakyat juga sampai kini masih terus membicarakan masalah pro dan kontra ini agar perjuangan pemerintah tetap bermuara untuk kepentingan masyarakat Papua.

“Dan itu kami sedang mengusahakanya ya, kami juga sedang membicarakanya,” ujarnya.

Berdasarkan Renstra pemerintahan Presiden Joko Widodo yakni Renstra strategis nasional sampai dengan 2024, dan seluruh instrumen UU harus menyesuaikan dan mendukung hal ini, sedang dibicarakan di tingkat perwakilan rakyat pada DPD RI.

Dikatakan Yorrys, Papua yang sangat kaya akan Sumber Daya Alamnya dan hanya dengan jumlah penduduk 4 juta, ia mempertegas tentang Dana Bagi Hasil dan bisa saja tidak menggunakan Dana Otsus. “Cukup dengan sumber daya alam yang Papua miliki, sebenarnya Papua tidak memerlukan dana Otsus. Namun ada Undang-Undang Dasar yang mengatur dana-dana. Untuk itulah, kini yang harus dilakukan kepada Pemerintah Pusat adalah bagaimana meyakinkan mereka tetang aspek keseluruhan sehingga penyelesaian persoalan Papua ini bisa bersifat komprehensif,” jelasnya.

Dijelaskan Yorrys, untuk rencana pemekaran Provinsi Papua ini untuk perkembangan aspek pembangunan bisa saja terjadi dan bisa juga sebaliknya.

Namun, saat ini kata Yorrys, soal rencana pemekaran Provinsi Papua Tengah ini tetap perlu namun ia membutuhkan waktu. Untuk memekarkan Papua sebutnya harus dimulai dengan pengembangan dan persiapan SDM yang tangguh dan handal. Dengan dana Otsus yang berpihak pada pendidikan anak-anak Papua, harusnya bisa mendidik generasi penerus Papua.

Dengan menginvestasikan SDM maka generasi emas Papua ini tambah Yorrys akan pulang lagi ke Papua dengan intelektual dan merekalah nantinya yang menentukan akan jadi apa negeri ini.

“Nanti mereka (generasi penerus Papua) yang akan menentukan mau jadi apa daerah ini, bukan kita, bukan negara, bukan sehingga mereka itu masuk dalam sistim, struktur pemerintah,” jelasnya. (ami)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *