oleh

PTFI Serahkan 5,3 Ton Bantuan untuk Pengungsi di Bilogai

TIMIKA – Bantuan terhadap warga yang mengungsi di Bilogai, Intan Jaya yang digalang oleh Keuskupan Timika terus mengalir. Salah satunya dari PT Freeport Indonesia (PTFI) yang menyerahkan 5,3 ton bantuan berupa bahan makanan kepada Keuskupan Timika.

Bantuan diserahkan Rabu (24/2) kemarin oleh Vice President Community Economic Development PT Freeport Indonesia, Nathan Kum kepada Keuskupan Timika yang diwakili Sekjen Keuskupan Timika,  Pastor Andreas Madyo, SCJ.

Vice President Community Economic Development PTFI, Nathan Kum mengungkapkan setelah mendapat informasi dan surat dari Keuskupan Timika untuk meminda dukungan atas kejadian di Intan Jaya khususnya Bilogai, maka sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, PTFI langsung merespon dan turut menyalurkan bantuan.

Kurang lebih ada 3,5 ton bantuan berupa bahan makanan yang disalurkan PTFI melalui Keuskupan Timika. Diantaranya beras 300 karung, mie instan 300 karton, minyak goreng 20 gen, susu 40 karton, gula pasir 40 karung, kopi 20 karton dan the 20 karton.

PTFI kata Nathan menyalurkan melalui Keuskupan Timika. Untuk distribusi sampai ke Bilogai, pihaknya memberikan kewenangan itu kepada Keuskupan Timika karena dianggap lebih tahu atau memahami kondisi masyarakat yang membutuhkan. Ia mengatakan tidak ada bantuan angkutan untuk distribusi bantuan dari PTFI.

Nathan menyatakan ini sebagai bentuk komitmen PTFI bukan kepada masyarakat di sekitar perusahaan tapi juga yang berada di kabupaten lain di Papua sebagai bentuk solidaritas. “PTFI turut prihatin dengan kejadian di Intan Jaya dan berdoa agar bisa pulih kembali supaya masyarakat bisa hidup dengan tenang dan beraktivitas seperti biasa. Anak-anak bisa sekolah, ibadah dan lainnya,” ujarnya.

Sekjen Keuskupan Timika,  Pastor Andreas Madyo, SCJ menambahkan setelah mendapat laporan dari para Pastor di Intan Jaya bahwa dengan situasi yang kurang kondusif banyak warga yang berkumpul di kompleks Paroki Bilogai karena ketakukan. Awalnya ada sekitar 600 orang tapi terus bertambah menjadi sekitar 1.000 orang. Bahkan ada yang mengungsi sampai ke Nabire.

Untuk itu Keuskupan Timika langsung merespon dengan menggalang bantuan untuk disalurkan kepada masyarakat. Ia mengapresiasi PT Freeport Indonesia yang sudah menyalurkan bantuan sebagai bentuk tanggungjawab kemanusiaan.

Keuskupan sudah dua kali mendistribusikan bantuan ke Bilogai dan menugaskan salah seorang Pastor untuk ikut mengawal. Keuskupan juga tengah menunggu laporan dari Pastor mengenai apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Dengan situasi ini dikatakan Pastor Madyo, Gereja akan berupaya mencari jalan terbaik untuk mendapatkan solusi agar masyarakat bisa kembali ke rumahnya dalam kondisi yang tenang. Namun untuk saat ini Keuskupan Timika terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *