oleh

Lebih Berkualitas, Peternak Mulai Terbiasa Terapkan IB Babi

TIMIKA – Penerapan teknologi di dunia peternakan berupa Inseminsi Buatan (IB) atau kawin suntik yang dikembangkan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan semakin banyak dimanfaatkan oleh para peternak di Mimika.

Inseminasi buatan yang ditangani oleh UPTD Peternakan yang berpusat di Kampung Naena Muktipura SP 6 dikatakan Kepala Disnak Keswan Mimika, Yosefin Sampelino sangat membantu masyarakat peternak dalam meningkatkan produktifitas ternak babi.

Yosefin yang ditemui di kantornya, Jumat (26/2) lalu mengungkapkan alasan peternak kini semakin tertarik menggunakan IB babi karena kualitas bibit yang dihasilkan lebih bagus. Ditambah jumlah bibit atau anak babi yang dihasilkan juga lebih banyak terkadang bisa sampai 18 ekor.

Dibanding masih menggunakan kawin alami menggunakan pejantan langsung, dikatakan Yosefin menggunakan IB jauh lebih efektif dan efisien. Dari sisi harga, IB babi hanya Rp 350 ribu sampai jadi atau dipastikan indukan bunting. Sementara jika menyewa pejantan, peternak harus membayar dengan seekor anak babi yang harganya Rp 1,3 juta sampai Rp 1,5 juta.

Inilah yang menurutnya membuat peternak lebih memilih IB. Para petugas juga semakin bersemangat karena dari biaya Rp 350 ribu itu, yang disetor ke kas daerah Rp 150 ribu dan sisanya menjadi upah petugas.

“Jadi orang semakin tahu dan memilih gunakan IB. Cuma mungkin, yang masih persoalan itu ketepatan untuk menyuntik. Kalau babi harusnya pada hari kedua birahi jadi peternak harus perhatikan. Kalau terlambat tidak bisa. Paling bagus disuntik pada hari kedua, kalau hari pertama dan ketiga anaknya kurang,” jelas Yosefin.

Tapi ia menekankan, penggunaan IB ini juga harus tetap dipantau oleh petugas kesehatan hewan. Mengingat bibit yang dihasilkan cukup banyak maka alat reproduksi indukan harus tetap diperhatikan dan dipastikan tidak mengalami gangguan.(sun)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *