oleh

Perayaan Puncak HUT SAR Potong Tumpeng di Timika, Pengibaran Bendera dan Pataka di Bawah Laut Kaimana

TIMIKA – Puncak Perayaan HUT SAR Nasional ke 43 di Timika yang jatuh pada hari Minggu (28/2) dilaksanakan dengan menyaksikan secara virtual, perayaan HUT SAR di Jakarta dan diakhiri dengan  pemotongan tumpeng serentak se Indonesia. Pos SAR Kaimana yang masih berada di wilayah kerja SAR Timika, mengibarkan Bendera Merah Putih di bawah laut.

Kepala Kantor SAR Timika, George Leo Mercy Randang SIP MAP, melalui Humas SAR Timika, Muhammad, Minggu malam menuliskan, banyak pihak yang memberi semangat dan ucapan selamat HUT. Seperti Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika, Lanud Yohanis Kapiyau Mimika, Kodim 1710 Mimika, Polres Mimika, Lanal Mimika, dan sejumlah awak media di Timika serta seluruh potensi SAR Kaimana.

“Perayaan HUT Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan di Timika disambut dengan berbagai kegiatan. Di antaranya yang dilaksanakan di Pos SAR Kaimana, yang masih berada di bawah Wilker SAR Timika dengan melaksanakan upacara pengibaran Bendera Merah Putih, dan Bendera Pataka Basarnas di bawah laut Perairan Kaimana,” tulisnya.

Ia menuliskan pula, pesan Kakansar Timika, George Leo Mercy dimana peringatan HUT Basarnas ke-49, diharapkan mampu meningkatkan kinerja dan profesionalisme personel SAR Timika. Ia berharap personel SAR Timika, juga dapat lebih responsif dan uptodate dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

Perayaan HUT Basarnas tahun 2021 ini mengambil tema “Kita Tingkatkan Kualitas Layanan Pencarian dan Pertolongan untuk Menyambut Tahun Emas Basarnas Menuju Indonesia Maju”. Peringatan dilaksanakan sederhana, meliputi launching Youtube Official Basarnas, sarasehan, penyerahan piagam penghargaan secara simbolis kepada Potensi SAR yang terlibat dalam operasi SAR Sriwijaya Air 182.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi pada sambutan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Basarnas yang ke-49 menekankan, Quick Response Search and Rescue. Quick response menjadi bagian dari response time, yaitu pergerakan tim SAR, sesaat setelah menerima laporan atau melihat langsung kondisi kedaruratan sampai di lokasi kejadian.

“Response time Basarnas selama ini sudah cepat, sekitar 30 menit. Response time tersebut meliputi pergerakan yang dimulai dari persiapan personel, peralatan, dan sarana prasarana, jarak tempuh atau jarak jangkau hingga sampai lokasi kejadian,” ujar Marsekal Madya Henri Alfiandi dalam sambutan.

“Kecepatan response time tersebut juga didukung penuh oleh Potensi SAR, khususnya Potensi SAR terdekat dengan lokasi kedaruratan sebagai tindak awal sebelum tim SAR tiba di lokasi kejadian,” tutupnya. (dcx)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *