oleh

Karel: Penanganan Kesehatan Masyarakat 3 Kampung harus Diambil Alih PTFI

TIMIKA – Guna menghindari penyebaran Covid-19 dari para petugas kesehatan yang menangani kesehatan dari para pengungsi tiga kampung, Banti 1, Banti 2 dan Opitawak yang sebagian besar sudah ada di kampungnya, maka diharapkan PT Freeport Indonesia (PTFI) yang mengambil alih urusan kesehatan masyarakat tersebut.

Dengan memulangkan sebagian masyarakat tiga kampung yang sebelumnya mengungsi di Timika akibat teror KKB, kini masyarakat yang sudah berada di kampung mereka tetap berhak mendapatkan layanan dasar terutama kesehatan. Untuk itulah, masyarakat diharapkan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dari PTFI.

Harapan ini disampaikan Karel Gwijangge, sebab khawatir adanya penularan kasus Covid-19 yang kemungkinan saja bisa dibawa oleh petugas medis yang didatangkan dari Timika. Jika pelayanan kesehatan dapat dilakukan oleh petugas medis dari Tembagapura saja, maka masyarakat di kampung-kampung Distrik Tembagapura ini tetap aman dari bahaya Covid-19 dan sehat.

“Masalah kesehatan ini serius. Kalau indikasinya ada petugas yang terpapar Covid-19 dari tempat tugas atau Timika, maka jauh lebih baik masalah kesehatan diambil alih oleh Freeport,” ujarnya.

Jika sebelumnya ada rumah sakit di kampung Waa-Banti sebutnya, maka tentu saja para petugas kesehatan yang ada di sana lebih memahami kondisi masyarakat dari pada petugas yang didatangkan dari Timika.

Lanjutnya, agar masyarakat tetap aman dari penyebaran Covid-19, maka memang yang diharapkan dapat melakukan pelayanan kesehatan adalah para petugas yang disediakan oleh PTFI.

“Jauh lebih baik itu, dulu ada program dari rumah sakit di situ (Tembagapura), dokter, pelayanan ada, petugas medisnya juga ada, baiknya Freeport bantu layani masyarakat di situ,” imbuhnya. (ami)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *