oleh

Wakil Rakyat Minta Kadistrik dan Kepala Kampung Tidak Potong BST

TIMIKA – Wakil rakyat dengan tegas meminta kepada 12 kepala distrik dan kepala-kepala kampung yang ditugaskan untuk menyalurkan hak masyarakat, yakni Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap 10, 11 dan 12 untuk tidak melakukan pemotongan dengan dasar apapun. BST senilai Rp 900 ribu untuk 4.396 Kepala Keluarga (KK) di 12 distrik ini harus diterima utuh karena masyarakat kini sangat membutuhkan bantuan pemerintah di tengah masa sulit pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan wakil rakyat dari Dapil VI, Sasiel Abugau, Senin (2/3). Politisi PDIP ini mengatakan masyarakatnya di Distrik Tembagapura, Hoeya, Jila, Alama dan Amar serta distrik lainnya yang akan menerima manfaat dari BST ini sangat mengharapkan apa yang menjadi hak mereka tidak “dikebiri” oleh pemerintah tingkat distrik maupun kampung.

“Masyarakat mau itu mereka terima dana bantuan sosial ini utuh, 900 ribu tiga tahap, jadi tidak ada potongan lagi dari kampung atau distrik,” ujarnya.

Sasiel yang juga anggota Komisi C DPRD ini mengatakan jika masyarakat tidak mendapatkan hak mereka sesuai dengan jumlah yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Sosial, maka bisa langsung melaporkan hal ini kepada pihak yang berwajib maupun pemerintah.

Jika masih menemukan adanya kepala kampung atau kepala distrik yang bermain dengan dana bantuan bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah ini Sasiel dengan tegas berharap yang bersangkutan harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kalau ada yang dapat ada kepala distrik atau kepala kampung yang main-main uang untuk masyarakat harus dihukum, lapor mereka supaya hal ini tidak merugikan masyarakat. Kasihan ini adalah hak masyarakat,” jelasnya.

Ditambahkan Sasiel, dengan adanya dana bantuan sosial ini dapat digunakan untuk masyarakat dalam membantu pemenuhan kebutuhannya sehari-hari. Di tengah wabah yang masih terus meningkat ini sebutnya, masyarakat kini semakin sulit untuk mencari nafkah sehingga bantuan pemerintah inilah yang diharapkan dapat membantu mereka dalam pemenuhan sembako dan kebutuhan lainnya.

“Ada sedikit ini masyarakat sangat bersyukur untuk tambah-tambah beli beras dan kebutuhan lain,” pungkasnya.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *