oleh

Jangan Selesaikan Masalah Kriminalitas Dengan Kekerasan

TIMIKA – Akibat pemalangan yang dilakukan oleh masyarakat setempat di Poumako Distrik Mimika Timur, telah terjadi kelangkaan BBM di SPBU SP2. Masyarakat yang memalang Jalan Poumako sebagai akses satu-satunya transportasi darat ke Timika ini dikarenakan, kekecewaan mereka terhadap kasus penembakan oleh aparat keamanan terhadap salah satu masyarakat yang diduga tengah mabuk.

Kasus pemalangan akses jalan Poumako ini mendapat perhatian serius dari Tokoh Intelektual sekaligus Tokoh Masyarakat Kamoro, Leonardus Tumuka kepada Radar Timika di kantornya, Yayasan Charitas Timika, Senin (8/3).

Dikatakan, kasus penembakan yang dialami oleh masyarakat lokal sudah sering terjadi akibat dari penyelesaian masalah kriminalitas.

Namun, sebutnya yang harus diperhatikan oleh aparat keamanan dalam menyelesaikan satu kasus kriminalitas di tengah masyarakat, diharapkan tidak melalui jalan kekerasan atau dengan peluru. Sebab jika kasus kriminalitas yang terjadi semuanya diselesaikan dengan kekerasan, maka kerugian yang didapat bukan saja oleh pihak yang bertikai saja namun juga meluas kepada masyarakat lain.

“Situasi penembakan kan sudah sering terjadi. Memang kita sangat sayangkan hal ini terjadi. Ini bukan saja membuat kerugian bagi dia yang bertikai saja tapi kita semua akhirnya alami kerugian. Saya baru datang di Pom bensin SP 2 kosong. Kalau ditutup terus di sana (Poumako) maka dampaknya akan semakin luas,” jelasnya.

Lanjutnya, dengan memperhatikan jika jalan dari Poumako ini adalah akses satu-satunya untuk ke Timika, maka diharapkan aparat keamanan lebih bijak dalam menyikapi permasalahan kriminalitas yang terjadi di tengah masyarakat. Dengan berbekal senjata api yang diberikan oleh negara, setiap aparat keamanan kata Leo, harus digunakan untuk melindungi masyarakat dan bukan sebaliknya.

Dijelaskan Leo, ia juga mengutuk dengan keras aksi miras yang dilakukan oleh sejumlah pemuda, yang mengakibatkan persoalan di Poumako terjadi. Namun, hal seperti ini sebutnya diharapkan juga tidak sampai merambah kepada suku tertentu.

Agar keamanan kembali kondusif, maka pelaku penembakan sebut Leo harus segera ditangkap dan diadili, serta pelaku yang menimbulkan kerusuhan ditangkap. Kondisi ini kata Leo, seharusnya tidak terjadi, sebab masyarakat mempunyai hak untuk dilindungi oleh aparat keamanan.

Ditambahkannya, sebagai aparat penegak hukum, cara pendekatan yang dilakukan kepada masyarakat adalah persuasif. Aparat keamanan diharapkan tidak berulang kali melakukan hal yang sama, sehingga bisa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

“Saya harap dengan tegas, aparat keamanan itu menjaga, memperhatikan anak buahnya agar tidak sembarang mengeluarkan peluru dan menembak. Baik aparat TNI maupun Polri, jangan sampai situasi ini berlanjut dan kemarahan masyarakat semakin menjadi-jadi lalu chaos di antara masyarakat,” jelasnya.

Masyarakat di Poumako juga sebutnya, diharapkan tetap bersabar dan tidak diperbolehkan melakukan tindakan-tindakan yang dapat menganggu kamtibmas. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *