oleh

Kemenaker Gelar Pelatihan Hukum Ketenagakerjaan dan HI di Mimika

TIMIKA – Untuk menciptakan iklim yang serasi, harmonis dan dinamis dalam satu perusahaan antara pekerja dan pemberi kerja, Kementerian Ketenagakerjaan bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Mimika bekerjasama dengan PT Handal Cipta Sarana menggelar pelatihan hukum ketenagakerjaan dan hubungan industrial di Mimika.

Pelatihan diikuti 74 orang peserta yang merupakan perwakilan dari 27 perusahaan dan 4 serikat pekerja di Mimika. Kegiatan berlangsung selama tiga hari di Hotel Horison Diana Timika yang dimulai Senin (8/3) dan dibuka oleh Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH bersama Plt Dirjen Pembinaan Hubungan Industriak dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Tri Retno Isnaningsih, SH MSi.

Bupati Eltinus Omaleng dalam sambutannya mengatakan hubungan industrial bertujuan untuk menciptakan hubungan yang serasi, harmonis dan dinamis antar pelaku proses produksi dalam hal ini pengusaha, pekerja dan pemerintah. Untuk mencapai itu maka setiap unsur harus menjalankan fungsi dan perannya dengan baik.

Peran pekerja baik itu serikat pekerja atau serikat buruh adalah pelaksana pekerjaan sesuai kewajibannya menjaga ketertiban demi kelangsungan produksi penyaluran aspirasi secara demokratis, serta ikut memajukan perusahaan dan perjuangkan kesejahteraan pekerja beserta keluarganya.

Peran perusahaan dan organisasi pengusaha adalah menciptakan kemitraan, membangun usaha, perluas lapangan kerja. Sedangkan peran Pemda adalah menetapkan kebijakan, memberikan pelayanan, pengawasan dan penindakan terhadap pelanggarannya dengan terciptanya hubungan industrial yang serasi, aman dan harmonis diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja. Sehingga dengan demikian perusahaan dapat bertumbuh dan berkembang sehingga kesejahteraan pekerja dapat ditingkatkan.

Dengan adanya pelatihan, peserta yang menjadi perwakilan perusahaan dan pekerja menjadi pionir agar dapat mengantisipasi perselisihan antara pekerja dan perusahaan. “Saya berharap pelatihan ini jadi sarana pelaku bisnis, serikat kerja dan regulator memahami ketentuan ketenagakerjaan yang normatif. Dengan demikian perselisihan ketenagakerjaan dapat dimengerti sehingga diselesaikan cepat dan tepat,” jelasnya.

Sementara itu Plt Dirjen Pembinaan Hubungan Industriak dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Tri Retno Isnaningsih mengatakan pelatihan dilakukan sebagai upaya peningkatan kemampuan para pelaku hubungan industrial untuk hubungan industrial yang harmonis di lingkungan pekerjaan.

Mimika lanjutnya, harus menjadi percontohan di bidang ketenagakerjaan sehingga investasi bisa berjalan dengan baik. Para pencari kerja bisa masuk dalam pasar kerja. “Saya mohon kepada pengelola perusahaan dan serikat pekerja untuk selesaikan permasalahan di Mimika supaya secepatnya selesai,” ujarnya.

Kepala Disnakertrans Mimika, Paulus Yanengga melaporkan jumlah perusahaan yang terdaftar di Mimika melalui Disnaker sebanyak 200 perusahaan. Jumlah tenaga kerja sampai Tahun 2020 sebanyak 30.464 orang. Pencari kerja di Mimika Tahun 2020 sebanyak 6.635 orang. Jumlah organisasi pekerja buruh yang di Mimika sebanyak 4 yaitu SPSI, SBSI, Serikat Pekerja Mandiri dan Serikat Pekerja Mandiri Papua.

Jumlah kasus perselisihan hubungan industrial yang terjadi di tahun 2020 sebanyak 52. “Ini karena pandemi jadi berkurang. Kalau tidak ada pandemi mungkin lebih. Dengan forum ini kami berharap kedepan jumlah perselisihan kita minimalisir. Ini tujuan dari kegiatan pelatihan,” ujarnya.

Jumlah tenaga kerja asing Tahun 2020 sebanyak 208 orang. Ini berkurang, sebelumnya Tahun 2018 ada 376 orang. Menurut Paulus, tenaga kerja asing berkurang karena di level tertentu sudah diambil alih orang Indonesia. Kontribusi Disnakertrans untuk peningkatan PAD Mimika di Tahun 2020 dari retribusi tenaga kerja asing IMTA sebanyak Rp 3.840.005.244.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *