oleh

Danyon Yakin Anggotanya Tidak Lakukan Penembakan di Pomako

TIMIKA – Seluruh masyarakat diminta menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwenang terkait insiden penembakan yang terjadi di Pomako, Minggu (7/3) malam lalu. Harapan itu disampaikan Komandan Batalyon Raider 754/ENK /20/3 Kostrad, Mayor Inf Doni Firmansah.

“Saya ingin sampaikan dan juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Mimika untuk tetap tenang. Yakinkan dan percaya kepada para pimpinan daerah dan juga TNI dan Polri yang ada Kabupaten Mimika, untuk berusaha melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kejadian yang terjadi pada saat malam Senin,” ujar Danyon ketika ditemui wartawan, Selasa (9/3) kemarin di Mako Yonif Raider 754/ENK/20/3 Kostrad.

Danyon meyakinkan kepada seluruh masyarakat bahwa dalam proses penyelidikan dan penyidikan kasus penembakan yang mengakibatkan seorang warga bernama Andreas mengalami luka tembak itu akan dilakukan sesuai aturan dan prosedur yang berlaku.

“Yakin dan percaya kita akan selidiki sampai dengan mendapatkan hasil yang terang benderang dan berdasarkan bukti yang nyata,” ucapnya.

Sebab selaku Danyon Raider 754/ENK/20/3 Kostrad, Mayor Doni meyakini bahwa pelaku penembakan yang terjadi di Pomako itu bukan merupakan anggotanya.

“Saya selaku Komandan Batalyon masih yakin dan percaya kepada anggota kami tidak melakukan hal tersebut, dalam hal ini penembakan. Karena senjata dan amunisi yang ada di satuan kami sudah kami cek dan dalam keadaan lengkap dan aman,” ujar Danyon.

Ia juga menegaskan bahwa apabila penggunaan senjata dan amunisi yang ada di satuannya harus sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku.

“Amunisi yang ada di satuan kami sejauh ini masih lengkap. Satu butir keluar pasti ada laporan pertanggungjawaban. Saat itu memang ada satu perwira yang bawa senjata SS2, kami sudah periksa senjatanya masih pres dan amunisinya masih lengkap,” paparnya.

Diketahui pasca keributan yang terjadi Minggu (7/3) malam di Kampung Cenderawasih, Pomako, seorang warga bernama Andreas mengalami luka tembak dan harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika.

Akibat kejadian itu, keluarga dan kerabat korban yang tidak terima kemudian melakukan aksi pemalangan ruas jalan yang menghubungkan Pomako dengan Kota Timika.

Pemalangan berhasil dibuka kembali pada Senin (8/3) siang, setelah Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, didampingi Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Yoga Cahya Pratama, Danyon Raider 754/ENK/20/3 Kostrad, Mayor Inf Doni Firmansah bersama beberapa perwira TNI dan Polri turun ke lokasi kejadian untuk bertemu dengan keluarga dan kerabat korban.(tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *