oleh

DP3AKB Diharap Jalin Kerjasama Dengan Peradi

TIMIKA – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemerataan Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) diharapkan dapat menjalin kerja sama dengan Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) Mimika, guna memberikan pendampingan kepada korban kekerasan seksual, maupun kekerasan dalam rumah tangga yang menimpa anak dan perempuan.

Peradi Mimika berharap, kehadiran mereka dapat membantu pemerintah dalam pendampingan dan penegakan hukum kepada para korban kekerasan seksual, yang kerap menimpa anak di bawah usia dan kaum perempuan.

Hal itu diungkapkan salah satu anggota Peradi Mimika, H Iwan Anwar kepada Radar Timika di Kantor DPRD, Rabu (10/3). Dengan masih adanya tindakan kekerasan yang dialami oleh anak di bawah usia dan para perempuan, pemerintah perlu melakukan pendampingan dan penegakan hukum agar ada efek jera bagi pelaku.

Jika selama ini belum ada kerja sama antara pemerintah dan Peradi, maka ia berharap agar dinas teknis terkait, mulai melihat masalah ini dengan berkoordinasi bersama pihaknya.

“Saya harapkan perlu menggandeng salah satu advokat atau lembaga hukum, Peradi, melalui DP3AKB kerja sama untuk perlindungan hukum terhadap korban pelecehan seksual,” jelasnya.

Lanjutnya, kerja sama ini dilakukan guna bersinergi dalam pendampingan hukum di kepolisian. Di mana, anak di bawah umur yang kerap menjadi korban bisa didampingi advokat.

Jika selama ini lanjutnya, adalah hal yang tabu bagi keluarga untuk membuka masalah yang dianggap aib ini, maka H Iwan yang juga Anggota DPRD ini mengatakan, sudah saatnya korban mendapat haknya untuk didampingi sehingga tidak ada korban-korban berikutnya.

“Di Peradi ada pengacara perempuan bisa mendampingi. Kalau bisa lembaga Peradi ini kehadirannya bisa dimanfaatkan oleh pemerintah dan masyarakat,” ungkapnya.

Dijelaskan H Iwan, keluarga yang mengalami aksi kekerasan dan pelecehan seksual juga kerap tidak bisa melaporkan kasus ini karena kurang mampu membayar  jasa pengacara. Hal ini kata H Iwan, bisa dibicarakan lagi. Sebab Peradi hadir juga untuk memberikan dukungannya kepada masyarakat yang berada dalam taraf ekonomi lemah.

“Kalau tidak mampu ke Peradi untuk diberikan pendampingan dan penegakan hukum kepada masyarakat,” imbuhnya. (ami)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *