oleh

2.894 Siswa SMA/SMK Jalani Ujian Sekolah

TIMIKA – Dalam situasi pandemi Covid-19, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengambil kebijakan meniadakan Ujian Nasional (UN). Tapi sebagai syarat penentu kelulusan siswa harus mengikuti ujian sekolah.

Agar bisa dinyatakan lulus sebanyak 2.894 siswa SMA dan SMK di Mimika selama lima hari mulai Senin (15/3) sampai Jumat (19/3) mengikuti ujian sekolah berbasis komputer. Pembukaan digelar Senin (15/3) di SMK Tunas Bangsa oleh Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM.

Wabup Mimika, Johannes Rettob mengatakan setahun pandemi sangat berdampak pada dunia pendidikan. Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara virtual. Meski banyak kendala, namun Wabup mengapresiasi kegigihan siswa dan guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.

Kini kata Wabup, 2000 lebih siswa akan menyelesaikan pendidikan di jenjang SMA dan SMK. Tentunya ada yang sudah menentukan langkah selanjutnya apakah lanjut kuliah atau memilih untuk mencari pekerjaan. Pemda Mimika, akan terus memberi perhatian untuk pendidikan vokasi atau kejuruan supaya bisa dilakukan proses pembinaan, peningkatan kemampuan agar bisa menjadi tenaga kerja siap pakai. “Kedepan kami pemerintah daerah bagaimana bekerjasama dengan pusat membangun balai latihan kerja di Mimika,” katanya.

Pengembangan sumber daya manusia kata Wabup menjadi salah satu konsentrasi dari Pemda Mimika. Beberapa hari lalu ada pertemuan dengan Bappenas untuk memikirkan lulusan SMA dan SMK. Di Mimika ada sekitar 500 perusahaan yang menjadi peluang bagi lulusan di Mimika.

Sementara itu Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA dan SMK se-Kabupaten Mimika, Jhon Lemauk mengungkapkan ujian sekolah Tahun Ajaran 2020/2021 diikuti 1.356 siswa dari 17 SMA dan 1.538 siswa dari 24 SMK. Sehingga total peserta ujian sekolah sebanyak 2.894 siswa.

Ujian sekolah menerapkan metode online dan offline serta ada yang tatap muka. Pelaksanaan ujian tahun ini berbeda karena situasi pandemi sehingga ujian nasional dirubah dari ujian nasional berbasis komputer menjadi ujian sekolah dengan sistem pengawasan silang.

Ketua Pengawas mewakili Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Papua, Edi’w Soeryono, MPd MSi menambahkan ujian sekolah merupakan salah satu kriteria kelulusan. Siswa dapat dinyatakan lulus jika sudah menyelesaikan semua program pembelajaran dan mengikuti ujian sekolah semua mata pelajaran. Mencapai target nilai ujian sekolah yang ditetapkan sendiri oleh sekolah dengan range 60-80.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *