oleh

Adaptasi Kebiasaan Baru Diperpanjang Sebulan Kedepan

TIMIKA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) resmi memutuskan perpanjangan masa adaptasi kebiasaan baru Covid-19. Keputusan ini merupakan hasil kesepakatan bersama dalam rapat evaluasi Covid-19 di Hotel Grand Mozza yang dipimpin Bupati Eltinus Omaleng, SE MH didampingi Wakil Bupati Johannes Rettob, SSos MM, Senin (15/3).

Tidak banyak perubahan dari kesepakatan sebelumnya. Kecuali mengenai aktivitas persekolahan yang mulai dibuka tatap muka untuk kelas VI, IX dan XII. Masa adaptasi kebiasaan baru ini berlaku selama sebulan penuh terhitung mulai 16 Maret – 16 April 2021.

Aktivitas masyarakat di luar rumah tetap dibatasi hanya mulai dari pukul 06.00 WIT sampai 22.00 WIT dengan mematuhi protokol kesehatan. Tempat hiburan malam dan rumah bernyanyi juga diinstruksikan mengikuti jadwal tersebut dan dilarang buka diluar jam yang sudah ditentukan yakni hanya mulai pukul 06.00 WIT sampai 22.00 WIT.

Khusus fasilitas publik seperti kantor, tempat peribadatan, pasar, pusat perbelanjaan, restoran, hotel, termasuk fasilitas ruang pertemuan yang disewakan wajib membentuk kelompok kerja atau Pokja Covid-19 secara internal.

Acara resepsi atau pesta pernikahan dan acara syukuran agar memenuhi ketentuan wajib memakai masker, panitia menyediakan tempat cuci tangan dan atau hand sanitizer. Pengaturan tempat duduk berjarak minimal 1 meter. Undangan tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas ruangan. Jamuan makan disediakan dalam bentuk kemasan kotak bukan prasmanan.

Kebijakan adaptasi kebiasaan baru ini didasarkan pada perkembangan kasus Covid-19 di Mimika. Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra mengungkapkan sepanjang Tahun 2021 ada 1.600 kasus baru. Namun angka kesembuhan cukup tinggi yakni 90,37 persen. Angka kematian 0,5 persen atau 10 kasus. Statistik ini menurutnya lebih rendah dibandingkan angka nasional.

Reynold mengungkapkan 98 persen kasus yang baru ditemukan tidak mengalami gejala atau gejala ringan. Saat ini hanya ada 9 pasien Covid-19 yang dirawat di tiga rumah sakit yakni 2 di RSUD Mimika, 5 di RS Tembagapura dan 2 di Kuala Kencana. Sehingga kapasitas tempat tidur masih tersedia di atas 90 persen.

Pasien yang dirawat adalah pasien dengan gejala sedang hingga berat. Sementara 98 persen pasien Covid-19 sekarang ini tidak mengalami gejala dan gejala ringan sehingga tidak terjadi kepadatan di fasilitas kesehatan terutama di layanan rawat inap. Tapi pasien yang melakukan isolasi mandiri diminta disiplin agar tidak menularkan kepada orang yang belum terinfeksi.

Wilayah Tembagapura dan Kuala Kencana saat ini kata Reynold memang mengalami peningkatan kasus cukup tinggi. Untuk itu, dalam waktu dekat akan dilakukan pertemuan khusus dengan manajemen PTFI mengenai kebijakan untuk menekan penularan Covid-19.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *