oleh

27 Kampung Jadi Target Listrik Desa Tahun Ini

TIMIKA – Meski beberapa kampung belum tuntas, namun program listrik desa yang digalakkan oleh PT PLN (persero) terus berjalan. Tahun ini ada 27 kampung di Mimika yang menjadi target. Hal itu diungkapkan Manager PLN UP3 Timika, Marthinus Pasensi dalam press conference, Sabtu (13/3) lalu di Baliem Café Hotel Horison Ultima Timika.

Marthinus mengatakan tidak semua distrik atau kampung menjadi target program PLN karena ada juga program dari Kementerian ESDM. Agar tidak double maka dua lembaga itu berbagi peran dalam melistriki kampung.

Adapun kampung yang jadi target diantaranya tiga kampung di Distrik Amar yakni Ipiri, Paripi, Yaraya. Kampung Sempan Timur, Wenin, Kanmapiri dan Noema di Distrik Jita. Kampung Tapormai, Aindua, Potowaiburu di Distrik Mimika Barat Jauh. Kampung Akar, Kapiraya, Kipia, Mapar, Mupuruka, Pronggo, Uta, Wakia dan Wumuka di Distrik Mimika Barat Tengah. Kampung Kiliarma, Amungun, Aramsolki, Emogoma di Distrik Aimuga dan Kampung Amamapare di Distrik Mimika Timur Jauh.

Jaringan dari beberapa kampung itu kata Marthinus sudah terpasang hanya saja belum terpasang pembangkit. Seperti Distrik Agimuga yang tinggal menunggu mesin pembangkit. “Untuk Agimuga, mesin sudah ada di kantor, tinggal tunggu penyambungan baru,” katanya.

Persoalannya juga adalah operator. PLN belum merekrut operator baru sehingga pihak distrik yang diminta menyediakan operator yang akan dilatih oleh PLN terlebih dahulu. Operator itu yang akan bertugas mengoperasikan pembangkit sampai PLN siap secara anggaran.

Distrik Jita juga sudah terpasang. Kampung Tapormai progresnya sudah 87 persen. Untuk dua kampung di Potowayburu sudah disiapkan PLTS untuk satu kampung. Sementara ibu kota distrik belum ditetapkan apakah menggunakan PLTD atau PLTS.

Untuk daerah yang sulit dijangkau terutama di pedalaman, PLN menggukan sistem pengisian energi listrik ditambah alat penyimpanan daya listrik. Alat itu sudah disiapkan dan akan didistribusikan ke kampung-kampung.

Marthinus mengatakan untuk listrik desa yang menggunakan PLTD membutuhkan biaya operasi lebih besar dan waktu operasinya juga terbatas. Sementara PLTS membutuhkan investasi besar hanya saja bisa beroperasi 24 jam. Sehingga kedepan PLN akan lebih banyak menggunakan PLTS di kampung-kampung. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *