oleh

Aparat Tangkap Satu Anggota KKB di Jalan Trans Nabire

TIMIKA – Aparat gabungan TNI dan Polri berhasil membekuk satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diketahui berinisial TJ. Hal itu disampaikan Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK saat menggelar press release, Rabu (17/3) kemarin di kantor Pelayanan Polres Mimika.

Kapolres menjelaskan, TJ diamankan tim gabungan TNI dan Polri di Jalan poros Trans Timika Nabire, saat hendak menyuplai Bahan Makanan (Bama) kepada KKB pimpinan Joni Botak.

“Tanggal 13 Maret 2021 dari hasil penyelidikan di lapangan, tim kami mendapatkan informasi terkait adanya rencana pergerakan penyuplai bama terkait dengan kelompok Joni Botak di Jalan Trans Nabire,” ujarnya.

Menurut Kapolres bahwa saat itu tim gabungan TNI dan Polri, mencurigai satu unit mobil Avanza warna putih dengan Nomor Polisi PA 1629 MM yang diketahui merupakan mobil rental itu melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Jalan Trans Nabire.

“Selanjutnya mobil tersebut kita hentikan, dan kita amankan empat orang,” sambung Kapolres.

Lanjut AKBP Era, setelah tim gabungan berhasil mengamankan empat orang kemudian dilakukan pemeriksaan terhada empat orang tersebut.

“Dari hasil investigasi dan pemeriksaan, salah satu dari empat orang itu adalah saudara TJ yang diketahui merupakan pelaku penembakan mobil PJJ Brimob dan bus milik PT Freeport Indonesia di Utikini, Distrik Tembagapura yang terjadi tanggal 8 Maret 2020,” ungkap Kapolres.

Selain mengamankan pelaku TJ, aparat gabungan TNI dan Polri juga mengamankan barang bukti berupa beberapa unit handphone dan beberapa barang bukti lainnya.

“Beberapa barang bukti yaitu beberapa handphone dan foto-foto dari yang bersangkutan (TJ, red),”kata Kapolres.

Sementara untuk tiga orang lainnya yang sempat diamankan bersama pelaku TJ, menurut Kapolres sudah dipulangkan, pasalnya dari hasil pemeriksaan tiga orang tersebut tidak ada kaitannya dengan tindak pidana.

“Yang lainnya kita lepaskan karena tidak ada kaitannya dengan pidana,” sambungnya.

Kapolres juga menjelaskan rekam jejak dari pelaku TJ dimana pada Tahun 2019 lalu dia bergabung dengan KKB pimpinan Lekagak Telenggen melakukan aksi teror penembakan di Distrik Tembagapura.

“Jadi yang bersangkutan terlihat Tahun 2019 ada bergabung dengan kelompok Lekagak Telenggen untuk melakukan penembakan. Dia ini tidak ada kaitan dengan penembakan di Kuala Kencana, tapi mereka itu satu kelompok dan mereka bagi-bagi tugas,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga Kapolres membeberkan bahwa jalur jalan Trans Nabire itu sendiri merupakan salah satu jalur yang digunakan untuk melakukan pasokan bama kepada KKB.

“Itu jalur bama, dan bisa lewat berbagai macam cara dan bisa lewat berbagai macam jalur. Tapi semua itu bisa gagalkan akibat ada bantuan informasi dari masyarakat, dan kita tindak lanjuti,” paparnya.(tns)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *