oleh

Pemda Sederhanakan Perizinan Bagi UMKM

TIMIKA – Layanan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPTSP) masih dikeluhkan. Terutama prosesnya yang lama dan berbelit-belit. Merespon itu, Dinas PMPTSP bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah sepakat untuk menyederhanakan perizinan.

Kepala Dinas PMPTSP Mimika, Willem Naa yang ditemui di kantornya, Kamis (18/3) kemarin mengakui adanya keluhan dari masyarakat soal pengurusan izin yang lama dan susah. Ternyata salah satu kendalanya yaitu izin lingkungan yang dinilai ribet.

Akhirnya dalam pertemuan yang dipimpin Wakil Bupati, Johannes Rettob, SSos MM beberapa hari lalu diputuskan badan usaha khususnya usaha mikro kecil dan menengah yang tidak berdampak pada lingkungan atau menghasilkan limbah berbahaya ketika mengurus perpanjangan izin tidak perlu mengurus izin lingkungan lagi. “Kami di PTSP bisa langsung eksekusi,” tegasnya.

Bahkan pengurusan izin baru bagi badan usaha yang sempat mati dan berpindah lokasi, tapi kegiatan usahanya tidak menimbulkan dampak lingkungan maka Dinas PMPTSP bisa langsung menandatangani. Jenis usaha itu seperti toko, kios dan lainnya yang memang skala mikro dan kecil.

Izin lingkungan kata Willem Naa memang cukup ribet. Dalam SK Bupati sudah ditetapkan ada 9 persyaratan. Tapi saat prosesnya bisa lebih. Belum lagi harus ada rekomendasi dari BKPRD. Agar lebih mudah maka Pemda melakukan penyederhanaan.

“Karena selama ini badan usaha jadi korban padahal tidak menimbulkan dampak lingkungan. Urus izin sampai berbulan-bulan, usaha mikro dan kecil juga terdampak,” katanya.

Jadi sorotan layanan Dinas PMPTSP yang dikeluhkan lama kata Willem kareana banyaknya prosedur. Tapi dengan kondisi sekarang ini maka beberapa prosedur itu dipangkas terutama bagi yang hanya perpanjang. Berbeda dengan pengurusan izin baru yang harus tetap melalui prosedur.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *