oleh

Hindari Tindakan Asusila, Orang Tua Diajak Lakukan Pengawasan Berkala

TIMIKA – Guna menghindari adanya tindakan asusila yang sebelumnya telah menimpa 25 murid di suatu sekolah di Mimika, orang tua murid diharapkan ikut melakukan pengawasan aktivitas anak-anaknya selama masa pendidikan. Pemerintah juga diharapkan tetap mengontrol sekolah yang menerapkan pola asrama sama seperti pengawasan terhadap sekolah negeri.

Tokoh Perempuan Papua, Peggy Patrisia Pattipi, Jumat (19/3) mengatakan, keberadaan sekolah berpola asrama harus ada dukungan penuh dari orang tua dan keluarga murid dengan pengawasan dan pemantauan secara berkala.

Selain itu, pemerintah melalui Dinas Pendidikan juga diharapkan ikut memberikan dukungan dan perhatian kepada sekolah berpola asrama yang dikelola oleh pihak yayasan. Walaupun sekolah berpola asrama ini bukan sekolah negeri, namun Dinas Pendidikan juga diharapkan dapat terus memberikan dukungan dan ikut memantau jalanya pendidikan dan pembinaan kepada siswa-siswi yang dididik di sana.

“Orang tua juga harus ikut mengontrol, harus ada komunikasi antara orang tua dengan anak-anak, lewat guru dan pembina asrama,” ujarnya.

Peggi yang anaknya juga sekolah dengan sistem boarding school ini mengaku kerap memantau anaknya guna melihat perkembangan anak dan apa saja yang telah ia lakukan dan dapatkan di sekolah.

Walaupun melihat sistim berpola asrama ini sebutnya sangat baik diterapkan selain untuk menanamkan pendidikan sesuai perkembangan zaman, juga merupakan tempat yang sangat baik untuk menanamkan karakter pada anak sejak usia dini. Namun, jika pada tempat yang diharapkan untuk mencetak generasi penerus bangsa ini sudah dikotori dengan kasus pelecehan seksual sebutnya, tentu sistim pembinaan di dalam asrama yang harus dirubah. Dengan kontrol yang cukup ketat antara pembina asrama dan pengelola asrama juga harus didukung penuh orang tua. Orang tua kata Peggy harus diberikan waktu untuk terus menjalin kerja sama dengan orang tua agar tidak lepas tangan dan menyerahkan sepenuhnya pendidikan dan pembinaan anak ke asrama.

Pemerintah sambungnya, dalam hal ini harus mengevaluasi dan melihat sistem pendidikan yang dijalankan di sekolah berpola asrama. Pemerintah daerah harus terus melakukan pengawasan seperti yang sudah dilakukan pada sekolah-sekolah berbasis pesantren di Timika. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *