oleh

Bangga Siswa SMK di Mimika Siap Pakai, Wabup; Tinggal Dipoles Lewat BLK

TIMIKA – Selama pelaksanaan Ujian Sekolah (US) tingkat SMA dan SMK, Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM mengunjungi beberapa sekolah terutama SMK. Ia pun merasa bangga karena SMK di Mimika memiliki 31 bidang kompetensi yang lulusannya siap pakai.

Ditemui Jumat (19/3) lalu di Hotel Grand Mozza usai menghadiri salah satu kegiatan, Wabup Rettob mengaku baru mengetahui kalau SMK di Mimika memiliki prestasi dan kompetensi yang sangat membanggakan. Tidak hanya di tingkat provinsi tapi juga secara nasional.

Seperti salah satu kompetensi jurusan di SMK Negeri 1 Mimika yang masuk peringkat nasional. Kemudian jurusan tata boga salah satu SMK di Mimika berada di peringkat satu di wilayah Indonesia Timur.

Wabup mengungkapkan kompetensi yang dimiliki siswa bahkan sudah dikembangkan menjadi unit usaha di sekolah. SMK Tata Boga mampu memproduksi roti yang dijual tidak hanya di Timika tapi juga luar Timika. Siswa SMK Harapan bisa membuat meja, kursi dan lainnya yang dijual. “Uang hasil penjualannya dipakai untuk biaya anak sekolah, anak sekolah dibiayai gratis,” ujarnya.

Melihat kompetensi itu, Wabup Rettob sangat bangga. Pemda Mimika akan berupa mendukung dengan membuka Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan kompetensi siswa lulusan SMK di Mimika. Dengan begitu menurut Wabup, tidak perlu lagi merekrut tenaga kerja dari luar karena sudah tersedia di Mimika. “Pemerintah harus memberikan dukungan penuh kepada tenaga kerja terutama anak-anak SMK. Kalau BLK ada 31 kompetensi dan dilatih butuh waktu singkat, pasti semua siap,” tuturnya.

Wabup mengatakan, regulasi untuk pembatasan rekrutmen dari luar belum bisa diberlakukan. Tapi beberapa perusahaan seperti United Tractor sudah bekerjasama dengan SMK untuk program magang dan ketika lulus bisa langsung kerja. Trakindo juga memberikan beasiswa untuk kuliah dengan jaminan kembali bekerja.

Jadi menurut Wabup, SMK di Mimika sudah memiliki kompetensi yang tidak kalah saing tinggal bagaimana Pemda Mimika akan berupaya mendukung lewat BLK. Sebab ada juga SMK yakni SMK Negeri 1 Mimika yang sistem pendidikannya sudah setara Diploma 1 dengan lama pendidikan 4 tahun.

Salah satu persoalan yang dihadapi SMA dan SMK di Mimika sejak penanganannya dibawahi langsung oleh Pemerintah Provinsi, yaitu kurang terkoordinir. Pemda Mimika bahkan disebut sudah lepas tangan. Menjawab itu, Wabup Rettob menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Pemprov untuk membicarakan soal pembagian kewenangan.

“Saya minta juga Dinas Pendidikan provinsi Papua harus punya satu kantor penghubung supaya ada apa-apa bisa komunikasi dan koordinasi dengan Pemda Mimika dan provinsi. Kalau sudah terjadi tidak akan ada persoalan lain,” katanya. (sun)  

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *