oleh

YPMAK Bakal Rubah Skema Pemberdayaan Masyarakat

TIMIKA – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) dipastikan tetap menjadi pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI). Program pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi tetap menjadi prioritas. Hanya saja skema pemberdayaan bakal dirubah.

Sebagai dasar pelaksanaan program, YPMAK sedang merumuskan visi dan misi selama 20 tahun kedepan dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari Pemda Mimika, lembaga adat dan lembaga mitra serta tokoh agama lewat lokakarya yang digelar selama dua hari di MPCC, Selasa – Rabu (23-24/3) kemarin.

Melihat antusiasme peserta, Direktur YPMAK, Vebian Magal optimis dengan semangat kebersamaan akan melahirkan visi misi yang semakin baik untuk memberdayakan masyarakat dua suku dan lima suku kekerabatan serta Papua lain yang lebih maju, inovatif, kreatif dan sejahtera. “Saya yakin juga bahwa peserta ini tidak saja merumuskan tapi kedepan dalam semangat kemitraan, kebersamaan ini pasti akan berjalan terus mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat lokal,” ujarnya.

Peserta dibagi dalam lima kelompok untuk merumuskan pikiran tentang visi dan misi. Pokok pikiran dari semua kelompok itu akan disempurnakan dan disatukan oleh konsultan. Ditargetkan visi misi akan sudah final dalam dua pekan kedepan.

Vebian menegaskan, YPMAK akan tetap fokus pada program pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi. Dengan perubahan status maka dalam pelaksanaan program juga mengalami penyesuaian. Terutama program ekonomi. Yang tadinya ada kepala biro masing-masing suku sekarang hanya satu divisi yang bertanggungjawab secara profesional.

Ia mengakui dengan perubahan ini perlu sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat karena ada penyesuaian mekanisme antara sebelumnya dan sekarang ini. YPMAK tidak akan lagi memberikan dalam bentuk bantuan program jadi apalagi uang tunai. Tapi masyarakat akan diarahkan untuk lebih profesional salah satunya dengan cara skema kredit di bank.

“Mereka harus merasa uang itu bukan mereka punya, tapi punya beban untuk kembalikan. Ada sistem yang berputar. Harapan kita setelah paska tambang, pengusaha akan mandiri. Bantuan ada per kelompok dan pribadi,” terang Vebian.

Pada bidang kesehatan juga demikian, dimana YPMAK tengah melakukan evaluasi terhadap lembaga mitra salah satunya YCTP sebagai pengelola RSMM. Tapi ia menegaskan bukan berarti tidak akan melanjutkan kerjasama. Tapi evaluasi untuk melihat dan membenahi apa yang dilakukan.

“Karena penyesuaian sistem. Ini satu bagian kegiatan yang kita lakukan hari ini. RSMM perlu dievaluasi bagaimana kualitas pelayanan kepada masyarakat. Bagaimana selama ini kelola administrasi dan keuangannya. Bagaimana komitmen menata manajamen yang baik, jadi komitmen tetap pada komitmen perubahan,” tutur Vebian Magal.

Vice President Community Economic Development PTFI, Nathan Kum menambahkan bahwa meskipun status kelembagaan berubah, tapi PTFI tetap berkomitmen melakukan pemberdayaan masyarakat melalui YPMAK.

Ia mengungkapkan ada satu program yang akan mulai dijalankan oleh YPMAK yaitu program yang menyasar kampung. Dimana dana yang dikucurkan masing-masing Rp 20 miliar baik untuk kampung di dataran tinggi maupun pesisir.

Program ini dijelaskan Nathan, akan bekerjasama dengan Pemda Mimika. Hanya saja dalam perencanaan hingga pelaksanaannya akan dilakukan langsung oleh masyarakat. Masyarakat musyawarah di kampung untuk membicarakan dan menentukan apa yang menjadi kebutuhan kemudian dikerjakan. “Jika kedepan kalau program ini jalan dengan baik dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya, ya kita bisa evaluasi,” tandasnya.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *