oleh

YPMAK Segera Evaluasi Yayasan Pengelola SATP

TIMIKA – Terkuaknya kasus pelecehan seksual di Sekolah Asrama Taruna Papua tidak membuat sekolah tersebut langsung menghentikan kegiatan belajar mengajar. Meski banyak tuntutan dari masyarakat tapi Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) tetap meminta sekolah tetap berjalan.

Direktur YPMAK, Vebian Magal yang ditemui di Gedung MPCC, Rabu (24/3) kemarin mengatakan pelaku sudah ditangkap dan yayasan juga terus mengawal agar pelaku diberi ganjaran hukum yang setimpal. Sehingga YPMAK juga berharap semua keluarga korban bersabar menunggu proses yang sedang jalan.

Berkaitan dengan tuntutan masyarakat yang meminta aktivitas di SATP dihentikan, Vebian menegaskan tidak bisa karena sudah mendekati ujian akhir sehingga anak didik perlu dipersiapkan. Mengenai penghentian kerjasama dengan Yayasan Lokon sebagai pengelola, ia mengungkapkan evaluasi itu akan dilakukan 21 April 2021 mendatang.

Pendampingan untuk pemulihan mental anak-anak yang menjadi korban dikatakan Vebian juga sedang diupayakan. Dimana YPMAK menjajaki kerjasama melalui gereja dan profesional untuk mendampingi anak-anak.

Selain kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum pembina di SATP, pada waktu yang hampir bersamaan pula YPMAK harus menerima kabar tiga orang mahasiswa yang dibina meninggal dunia karena mabuk akibat minuman oplosan di Salatiga.

Menyikapi hal itu, Vebian menegaskan itu jelas kelalaian yang tidak bisa dikendalikan oleh yayasan maupun lembaga mitra di Salatiga. YPMAK kata dia jelas sangat terpukul dengan kejadian ini dan berharap tidak terjadi lagi.

Sementara itu Vice Presiden Community Economic Development PTFI, Nathan Kum juga berpesan agar seluruh pelajar yang berada di kota studi untuk menjaga perilaku yang tidak baik. Kesempatan lewat program beasiswa YPMAK sudah didapatkan sehingga harus dimanfaatkan dengan baik dan harus berhasil.

“Kami juga kecewa, begitu kita sudah mendapat dukungan dari YPMAK dan PTFI ternyata pulang dengan kondisi yang berbeda. Diharapkan pelajar fokus belajar dan pulang membangun di Papua khususnya Kabupaten Mimika,” ujar Nathan.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *