oleh

Kasat Reskrim: Korban Pencurian di Jok Motor Enggan Melapor

TIMIKA- Jajaran Satreskrim Polres Mimika hingga kini masih terus melakukan penyelidikan terhadap beberapa kasus pencurian di jok sepeda motor yang pelakunya masih belum terungkap.

Hal itu disampaikan Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK yang ditemui Radar Timika, Kamis (25/3) kemarin di kantor Pelayanan Polres Mimika.

Ia mengatakan, salah satu kendala mereka untuk mengungkap siapa pelaku pencurian di jok sepeda motor, yakni minimnya saksi dan bukti-bukti di lokasi kejadian.

“Kasus pencurian di jok sepeda motor masih kita lidik, dan memang minim saksi. Tapi kita masih berupaya terus, semoga bisa secepatnya kita ungkap pelakunya,”tuturnya.

Selain minimnya saksi yang sering menjadi kendala dalam penggungkapan pelaku, menurut AKP Hermanto, pihaknya terkendala lantaran para korban enggan membuat laporan resmi atau laporan polisi atas kasus yang menimpa mereka.

“Kemarin ada yang kita amankan, tapi belum terkait dengan kasus itu (pencurian di jok sepeda moto- red). Kendalanya saksi, kemudian relatif korban itu enggan melaporkan. Entahlah saya sendiri juga tidak tahu apakah menurut mereka, kerugiannya tidak seberapa,”jelasnya.

Akan tetapi kata Kasat Reskrim, apapun itu tindak pidana yang terjadi di tengah-tengah masyarakat diharapkan agar bisa melaporkan ke pihak kepolisian.

“Kalau kami kan yang jelas ada laporan, kita bukan lihat dari segi jumlahnya atau barang apa yang dicuri, tapi yang kita fokus itu cara melakukannya. Apalagi kalau sudah sampai merusak, walaupun itu uang contohnya hanya Rp 500 ribu, tapi kita lihat cara melakukannya itu ada masuk unsur pasal,”urai AKP Hermanto.

Untuk diketahui bahwa kasus pencurian di jok sepeda motor, yang juga kini masih dalam penyelidikan yakni kasus pencurian yang menimpa korban Nursanti. Dimana uang tunai Rp 10 juta dan beberapa surat berharga, dicuri di jok sepeda motor miliknya pada Senin (22/2) lalu di Jalan Pendidikan, Jalur II.

Kejadian itu bermula ketika korban yang pada saat itu mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox warna kuning, datang dari arah Jalan Budi Utomo menuju ke Jalan Pendidikan dan mampir di salah satu kios yang ada di Jalan Pendidikan dengan tujuan untuk berbelanja.

Kemudian saat korban sementara berbelanja, saat itu pula pelaku menggunakan kesempatan untuk mencungkil jok sepeda motor, dan mengambil satu buah tas warna coklat yang berisikan uang senilai Rp 10 juta dan surat-surat berharga lainnya.

Korban saat itu baru menyadari telah kehilangan uang Rp 10 juta dan surat-surat berharga lainnya, ketika kembali ke sepeda motornya dan mendapati jok sepeda motor miliknya telah rusak dan kondisi terbuka. (tns)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *