oleh

Pemda Gunakan Enam Pendekatan Pembangunan Pulihkan Ekonomi

TIMIKA – Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika mulai merancang program pembangunan Tahun 2022 mendatang. Sebelumnya dimulai dari tingkat distrik melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) distrik dan kampung. Hasil Musrenbang itu lantas dibawa dalam Forum Perangkat Daerah yang digelar dua hari di Hotel dan Resto Cenderawasih 66, Kamis-Jumat (25-26/3).

Kegiatan dibuka oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Yulianus Sasarari didampingi Ketua DPRD Mimika, Robby Kamaniel Omaleng, Kepala Bappeda Mimika, Ir Yohana Paliling, MSi. Turut hadir Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Yulianus Sasarari dalam sambutannya mengatakan Forum Perangkat Daerah merupakan wadah untuk merumuskan rencana pembangunan Kabupaten Mimika ke arah yang lebih baik.

Untuk itu ia menekankan kepada seluruh OPD dapat merespon seluruh aspirasi masyarakat sesuai arah kebijakan dan prioritas pembangunan dalam rangka mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati yaitu ‘Mimika Cerdas Aman Damai dan Sejahtera’.

Kepala Bappeda Mimika, Yohana Paliling mengunkapkan tema pembangunan Tahun 2022 adalah Mendorong Pemulihan Ekonomi Daerah Demi Kesejahteraan Masyarakat Untuk Pembangunan Yang Berkesinambungan.

Untuk mewujudukan itu, maka ada enam pendekatan yang akan dilakukan. Pertama, pemulihan ekonomi dengan menumbuhkan sentra-sentra ekonomi, pariwisata dan pemberdayaan ekonomi lokal masyarakat. Kedua, peningkatan sumber daya manusia masyarakat Mimika yang berdaya saing. Ketiga, Penciptaan kelembagaan birokrasi yang efektif dalam pencapaian prioritas pembangunan dan upaya penerapan smart city.

Selanjutnya keempat, tata kelola pemerintahan yang baik, profesional dan inovatif. Kelima, pembangunan infrastruktur yang mendukung pemerataan sarana dan prasarana dasar. Keenam, penciptaan trantib. “Jadi isu strategis, ada 6 prioritas pembangunan dan mencakup semua bidang yang ada. Tahun 2022 lebih fokus pada pemulihan ekonomi pasca pandemic Covid-19,” ujarnya.

Prioritas ini kata Yohana sudah disampaikan mulai dari Musrenbang distrik dan kampung. Sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat di kampung bisa terakomodir dan selaras dengan prioritas pembangunan Kabupaten Mimika.

Makanya ketika Musrenbang di distrik, tim Bappeda turut serta melakukan asistensi dan mengawal supaya program prioritas yang sudah direncanakan dari kampung lalu ke distrik bisa sampai ke OPD. Soal apakah itu sesuai atau tidak makanya dilakukan sinkronisasi dalam Forum OPD. Apakah usulan itu bisa masuk dalam program atau ada syarat yang harus dipenuhi. Contoh, usulan pembangunan lapangan terbang maka yang harus dipenuhi terlebih dahulu adalah kesiapan lahan, apakah tidak bermasalah.

Usulan dari distrik dan kampung dikatakan Yohana cukup banyak. Sehingga dalam tidak semuanya diakomodir karena disesuaikan dengan kemampuan penganggaran. “Di forum OPD inilah disaring, yang benar-benar prioritas dari kampung dan distrik itu yang mana. Itu yang disampaikan ke OPD teknis. Tahapannya, kegiatan akan masuk ke dalam renja jadi OPD teknis sudah memasukkan renja kemudian program distrik masuk, itu kita ketemukan di situ,” jelasnya.

Jadi soal coret-mencoret atau tidak diakomodirnya usulan dijelaskan Yohana, dengan penerapan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) itu tidak berlaku. Sebab Bappeda tidak punya kewenangan. Yang bisa input dalam sistem adalah OPD itu sendiri.

“Jadi pemahaman kita harus diluruskan bahwa yang menentukan ini prioritas atau tidak dari OPD masing-masing. Banyak yang prioritas tapi karena anggaran terbatas jadi tidak bisa akomodir semuanya. Makanya di situ ada prioritas, sekarang fokus pada pemulihan ekonomi daerah. Kalau tahun lalu selain untuk Covid-19, juga untuk PON. Kita berharap PON bisa berjalan dengan baik sehingga tahun depan prioritas ke lain lagi,” tutupnya.

Kepala Bidang Pengendalian Bappeda, Palilu Tangke dalam laporannya mengungkapkan tujuan Forum OPD adalah untuk menyelaraskan program kegiatan perangkat daerah dengan usulan program/kegiatan hasil Musrenbang tingkat distrik.

Mempertajam indikator serta target program/kegiatan perangkat daerah sesuai dengan tugas dan fungsi perangkat daerah. Menyelaraskan program/kegiatan antar perangkat daerah dengan perangkat daerah lainnya dalam rangka optimalisasi pencapaian saran sesuai dengan kewenangan untuk sinergi prioritas pembangunan daerah. Menyesuaikan pendanaan program/kegiatan prioritas berdasarkan pagu indikatif untuk masing-masing perangkat daerah. (sun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *