oleh

Polres Mimika Ungkap Empat Tersangka Kepemilikan Narkotika

TIMIKA- Dalam kurun waktu Bulan Maret ini, Sat Resnarkoba Polres Mimika berhasil mengungkap dan mengamankan 4 tersangka kasus kepemilikan Narkotika golongan I jenis tembakau sintetis dan ganja.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK dalam press release yang dilaksanakan Senin (29/3) kemarin di kantor Polres Mimika di Jalan Agimuga, Mile Point (MP) 32, Distrik Kuala Kencana, mengatakan 4 tersangka itu masing-masing berinisial MA alias AL, DW alias John, YW alias Bobi dan satu tersangka lagi yakni DS alias Dian yang diketahui masih berstatus sebagai seorang pelajar.

Selain mengamankan 4 tersangka, Polres Mimika juga berhasil mengamankan barang bukti yakni 32 buah plastik bening berisikan Narkotika golongan I jenis tembakau sintetis seberat 40, 80 gram, 1 buah plastik bening kecil berisikan Narkotika golongan I jenis ganja seberat 1,78 gram, 4 buah handphone, dan 1 buah sepeda motor Yamaha Mio.

“Pengungkapan empat tersangka dan barang bukti tersebut, terdiri dari tiga TKP,”singkat Kapolres.

Dimana untuk tersangka MA alias AL diamankan di Jalan Budi Utomo pada Sabtu (13/3) lalu. Kemudian tersangka DW alias John dan YW alias Bobi diamankan di Jalan Cenderawasih, SP2 pada Sabtu (13/3) lalu. Sementara tersangka DS alias Dian yang diketahui merupakan oknum pelajar itu, diamankan di seputaran Jalan Leo Mamiri pada Jumat (26/3) lalu.

“Dengan adanya pengungkapan tiga kasus jenis tembakau sintetis dan ganja tersebut menandakan, bahwa peredaran ganja sudah mulai lagi di Kabupaten Mimika,”ucap AKBP Era.

Kemudian menurut Kapolres, bahwa dari hasil pemeriksaan para tersangka, mereka mengakui bahwa barang bukti yang diamankan dari para tersangka, rencananya mereka akan memperjual belikan.

“Untuk tembakau sintetis sudah dalam bentuk paketan- paketan kecil-kecil, ada yang harga Rp 200 ribu dan ada yang harga Rp 300 ribu. Dari empat tersangka ini, satu tersangka masih berstatus tersangka namun usianya sudah masuk kategori dewasa,”ucapnya.

Untuk barang bukti khususnya Narkotika golongan I jenis tembakau sintetis itu, kata AKBP Era bahwa para tersangka datangkan dari Kota Makassar.

“Modus yang mereka lakukan, yakni mereka lakukan pemesanan via Instargam selanjutnya dilakukan pengiriman dari Makassar melalui biro jasa pengiriman. Dan kebetulan kita dapatkan informasi, selanjutnya kita lakukan penyelidikan dan menemukan pemilik tembakau sintetis ini,”urai Kapolres.

Dalam kesempatan itu juga Kapolres mengingatkan kepada para orang tua, agar lebih mengawasi anak-anak remaja mereka terkait dengan pergaulannya.

“Hal ini menjadi perhatian bersama untuk seluruh masyarakat agar memantau dan melihat pergaulan anak-anaknya, karena dengan adanya ganja ini mereka bisa membuat seolah-olah seperti rokok. Dan tanpa disadari tentunya akan mempengaruhi pikiran mereka,”tegas Kapolres.

Untuk tersangka MA alias AL dan tersangka DS alias Dian dijerat Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi, “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I. Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar”.

Dan Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi, “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 800 ribu dan paling banyak Rp 8 miliar.

Sementara untuk tersangka DW dan YW dijerat Pasal 111 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman. Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun, dan paling lama 12 tahun. Dan pidana denda paling sedikit Rp. 800 juta, dan paling banyak Rp 8 miliar”.

Dan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi, “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I. Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar”. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *