oleh

Wagub KT Lepas Ekspor Kepiting Mimika

TIMIKA – Sektor perikanan di Mimika semakin menggeliat. Hasilnya bahkan semakin diminati pasar internasional. Itu ditandai dengan ekspor hasil laut Mimika berupa kepiting bakau atau karaka tujuan Malaysia dan Singapura sebanyak 750 kilogram.

Pelepasan ekspor kepiting Mimika dilakukan oleh Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE MM di Hanggar Bandara Mozes Kilangin, Senin (29/3). Turut hadir Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Tigor Sinaga, Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM, Sekretaris Daerah Mimika, Michael Gomar, SSTP MSi serta jajaran Forkopimda dan perwakilan instansi.

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal mengungkapkan ada banyak potensi Papua yang bisa dikapitalisasi menjadi milik nasional bahkan internasional. Seperti kepiting bakau atau karaka yang dulunya hanya menjadi konsumsi rumah tangga di Mimika, sekarang bisa dinikmati negara lain. “Karaka Timika naik kelas, jadi milik dunia,” katanya.

Tapi ia menegaskan tujuan utama pengembangan ekonomi ini adalah untuk kesejahteraan masyarakat. Jadi ia menekankan, masyarakat harus diuntungkan dengan ekspor. Dimana masyarakat nelayan harus mendapat nilai tambah. Pengusaha mendapatlan profit, konsumen bisa mengkonsumsi kepiting. “Jadi kalau harga di masyarakat nelayan masih murah, berarti kita masih lao-lao. Yang harus berubah adalah masyarakat,” tandasnya.

Mimika lanjutnya sangat penting untuk Papua, karena merupakan pintu perputaran ekonomi. Ia salut dengan kemajuan pembangunan di Mimika. Bandara sudah dikembangkan, akses infrastruktur ditingkatkan. Tinggal kata Wagub, Pelabuhan Pomako sebagai urat nadi arus barang harus diperluas agar bongkar muat barang tidak lama karena itu juga berdampak pada harga.

Itulah sebabnya menurut Wagub, Timika menjadi patokan mengenai harga barang di Papua. “Timika harusnya harga lebih murah dari daerah lain di Papua. Kalau masih lebih mahal itu namanya anomali. Itu gila. Timika harus lebih murah dari seluruh Papua, bukan karena ada Freeport tapi karena akses barang langsung dari Surabaya baru didistribusi ke daerah lain,” ujarnya.

Wagub KT terus mendorong pertumbuhan ekonomi utamanya sektor usaha mikro kecil dan menengah di Mimika yang punya potensi pasar hingga luar negeri. Namun ia meminta adanya inovasi yang dilakukan pengembang, salah satunya dengan merambah ke pasar digital agar produk bisa diketahui oleh dunia luar. Pemprov Papua akan memberikan stimulan sebesar Rp 5 miliar untuk membantu UKM di Mimika.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Tigor Sinaga mengatakan untuk sektor perikanan, Papua memiliki potensi yang besar. Ada 1,5 juta ton potensi perikanan laut dan 260 ribu ton perikanan darat, dimana salah satu penggeraknya adalah Kabupaten Mimika.

Tigor mengungkapkan, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir perikanan di Mimika melonjak cukup tajam dengan dikembangkannya Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Pomako dari 17 ribu ton pada Tahun 2017 menjadi 60 ribu ton pada Tahun 2020.

Ini yang menurut Tigor harus didorong bersama. Bank Indonesia juga akan mendorong perbankan untuk ikut terlibat dalam rangka pemulihan ekonomi yang anjlok akibat pandemi Covid-19. Ia menyebut ada tiga tantangan untuk peningkatan ekspor. Pertama, kemudahan adminsitrasi ekspor. Kedua, peningkatan ekspor terutama dari sisi kualitas. Ketiga, keberlangsungan dalam hal ini konsistensi produksi.

Sementara itu Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM mengatakan ekspor hasil laut Mimika sudah dilakukan sejak Tahun 2016. Tujuan utamanya adalah Singapura dan Malaysia. Tapi sekarang ini negara lain seperti Jepang dan China pun berminat. Ekspor terbanyak yang pernah dilakukan mencapai 2,1 ton.

Wabup mengapresiasi berbagai pihak seperti Bea Cukai, Balai Karantina hingga maskapai Garuda Indonesia yang memberikan kemudahan. Bahkan Garuda Indonesia memberikan tarif khusus untuk ekspor asal Timika.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *