oleh

77 Mahasiswa D-IV Universitas Kadiri Diyudisium

TIMIKA – Sebanyak 77 mahasiswa Program Studi Kebidanan D-IV, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri, Ikatan Bidan Indonesia Cabang Mimika Tahun Ajaran 2019-2020, mengikuti acara Syukuran Yudisium yang digelar di Gedung Multipurpose, Hotel Grand Tembaga, Rabu (31/3) sore. Para mahasiswa yang menyandang gelar Sarjana Terapan Kebidanan (STrKeb) tersebut diharapkan dapat menurunkan angka kematian pada ibu saat melahirkan.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia PD Papua, Dionisia Pri Utami dalam sambutannya mengharapkan, para yudisiawati tersebut kedepannya selain menjadi bidan, dapat menjadi pula pendamping komunitas di tingkat keluarga dan masyarakat.

“Seperti bagaimana kita mempersiapkan ibu hamil dan bagaimana memerhatikan keselamatan ibu saat melahirkan termasuk anaknya supaya menjadi sumberdaya manusia yang berkualitas. Itu juga masih termasuk dalam tugas-tugas kita,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, secara umum, pihaknya telah menarget untuk menurunkan angka kematian pada ibu saat melahirkan dari 1 per 1000 menjadi 1 per 100. Sedangkan saat ini, angka tersebut berada pada 1 per 359. “Itu juga ujung tombaknya adalah bidan. Walaupun juga komponen lain itu berpengaruh terhadap turunnya angka kematian pada ibu tetapi, bidan tetap menjadi ujung tombak,” ungkap Dionisia.

Sebelumnya, Dionisia Pri Utami juga menyampaikan apresiasi atas kinerja Ikatan Bidan Indonesia Cabang Mimika yang memperjuangkan agar mahasiswa dapat menempuh pendidikannya. “Apalagi kita juga mendapatkan restu dan MoU dengan Pemda Mimika. Itu patut kita syukuri bahwa nantinya para mahasiswa tidak ragu lagi untuk melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob dalam sambutannya menyampaikan salah satu indikator kesehatan adalah bagaimana menurunkan persentase angka kematian pada ibu. Ia berharap, para bidan kedepannya punya semangat, kekuatan dan perhatian dengan bekerja bersama pemerintah untuk bisa menurunkan angka tersebut.

Wabup John Rettob berharap para mahasiswa yang diyudisium tersebut dapat terus meningkatkan ilmunya sehingga kedepan dapat berkontibusi dengan mengaplikasikan ilmunya untuk menurunkan angka kematian ibu pasca melahirkan. “Kita berharap, kemampuan-kemampuan yang saudara-saudara punya dapat menjawab kebutuhan-kebutuhan dan manfaat di masyarakat,” katanya.

“Saya berharap, saudara-saudara mampu menunjukkan dan meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan terbaik kepada ibu dan anak. Apa yang kita lakukan jangan hanya buat diri kita sendiri tetapi juga untuk semua orang khususnya di Kabupaten Mimika,” sambungnya.

Ketua Panitia Syukuran Yudisium  Program Studi Kebidanan D-IV, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri, Ikatan Bidan Indonesia Cabang Mimika, Levina Wuryanti Tandiyono dalam sambutannya menyampaikan, yudisium adalah peristiwa penting yang menandai batas antara tahapan kehidupan belajar dengan status sebagai mahasiswa dan tahapan pengalaman ilmu di dunia kerja dan masyarakat dengan status sebagai lulusan dari D-III ke D-IV Kebidanan.

Keberhasilan semua mahasiswa yang diyudisium menurutnya adalah berkat usaha dan kerja keras semua yang menempuh studi didasarkan pada perjuangan yang kokoh. “Sekalipun diantara para yudisium ini kebanyakan sudah kerja, tetapi tak mau ketinggalan untuk mengejar pendidikan dengan terus semangat dan berjuang agar memperoleh gelar setara Sarjana,” jelas Levina Tandiyono.

Ia pun mengapesiasi kinerja panitia yang akhirnya dapat melaksanakan kegiatan syukuran wisuda tersebut dengan persiapan kurang lebih hanya 12 hari.

Hadir dalam kegiatan ini, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, RSUD Mimika, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Perwakilan Puskesmas, IBI Cabang Mimika, PPNI Mimika dan para pendamping yudisium.(dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *