oleh

90 Pegawai KPP Pratama Timika Mendapatkan Vaksinasi

TIMIKA – Kepala KPP Pratama Timika, Tirta bersama 90 pegawai berikut Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) KPP Pratama Timika mendapatan suntikan vaksin Covid-19 pada Senin (29/03). Kegiatan diadakan di Aula Lantai 5 KPP Pratama Timika.

Vaksinasi tahap pertama ini terselenggara berkat sinergi KPP Pratama Timika dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, sebagai tim pelaksana vaksinasi adalah tenaga medis dari Puskesmas Timika.

Terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui pegawai sebelum proses penyuntikan vaksin. Diawali dengan pendaftaran peserta dan pengecekan data administrasi yang telah terintegrasi dengan sistem dispendukcapil, dilanjutkan pengecekan suhu tubuh dan tekanan darah oleh petugas.

Proses berikutnya screening riwayat kesehatan oleh tenaga medis, dengan memberikan beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta vaksinasi. Apabila memenuhi syarat maka peserta diperbolehkan mengikuti penyuntikan vaksin.

Kepala Puskesmas Timika dr Moses Untung sekaligus ketua Tim Pelaksanaan Vaksinasi di KPP Pratama Timika, menyampaikan kepada seluruh peserta bahwa pelaksanaan vaksinasi tahap kedua akan diadakan 28 hari setelah proses vaksinasi tahap pertama, diperkirakan pada Senin, 26 April 2021. Moses menambahkan bagi pegawai yang mengalami efek samping pasca vaksinasi agar segera menghubungi Puskesmas Timika maupun narahubung melalui nomor telpon yang tercantum pada brosur dan telah dibagikan.

Pada kesempatan ini Tirta, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para tenaga kesehatan yang  telah memberikan pelayanan vaksinasi kepada para pegawai KPP.

Ia mengatakan bahwa penyuntikan vaksin ini merupakan salah satu langkah antisipasi maupun penanganan virus Covid-19, dengan tentunya tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, menghindari kerumunan dan mencuci tangan, sesuai anjuran Pemerintah.

Pelaksanaan kegiatan berjalan cukup baik dan lancar, mulai dari proses antrean, pendaftaran hingga pelaksaaan penyuntikan  vaksin, selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Pegawai yang telah mendapat vaksin, telah melalui masa observasi dan tidak mengalami efek samping, melanjutkan tugas dan pekerjan, dikarenakan pelaksanaan vaksinasi bertepatan dengan periode akhir pelaporan SPT Tahunan, maka sebagian besar Pegawai melanjutkan pekerjaan menerima dan melakukan asistensi kepada Wajib Pajak yang akan lapor SPT Tahunan. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *