oleh

Distrik Wania akan Relokasi Pedagang ke Dua Pasar

TIMIKA – Distrik Wania akan memastikan merelokasi para pedagang yang kini banyak berjualan di pinggir jalan masuk ke Kelurahan Wonosari Jaya (SP4) serta di jalan masuk Kelurahan Kamoro Jaya (SP 1). Relokasi para pedagang yang sebagian besar adalah kaum ibu ini yakni ke bangunan gedung Pasar SP 4 dan Pasar SP 1.

Namun, relokasi ini baru akan dilakukan setelah pihak distrik bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama dua kelurahan setelah penyelesaian masalah tanah bersama pemilik.

Kepala Distrik Wania, Richard L Wakum, Rabu (31/3) saat menghadiri reses Anggota DPRD Dapil III di Jalan Yos Sudarso mengatakan keberadaan gedung Pasar SP4 memang sudah ada namun sampai saat ini belum dapat digunakan karena ada permasalahan salah bayar. Namun, dengan bukti yang ada, pihaknya berjanji akan menyelesaikan masalah ini sehingga para pedagang tidak berlama-lama berjualan di pinggir jalan.

“Pasar yang sudah dibangun pemerintah daerah di SP4 ini salah bayar, tidak mungkin kami bayar dua kali di satu item. Jadi saya sudah perintahkan ke lurah SP4 untuk cek semua, sesuai dengan kesepakatan bersama kami akan selesaikan hal itu supaya mama-mama yang di pinggir jalan sudah bisa direlokasi ke pasar yang baru ini,” jelas Richard.

Namun, ke depannya sebut Richard, lokasi gedung pasar baru ini tidak strategis karena di pinggir jalan dan bisa buat macet, bangunanya juga salah. Walaupun demikian, pihaknya tetap akan berupaya agar gedung ini nantinya bisa digunakan untuk para pedagang agar mereka lebih aman dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya.

Hal yang sama sebutnya, juga saat ini difokuskan yakni keberadaan pasar di SP1. Pemerintah jelasnya, juga sudah bayar ke pemilik tanah.

“Bagaimana kami dapat bukti pembayaran karena rencana kami dengan Disperindag pedagang yang berjualan di pinggir jalan akan direlokasi ke pasar ini. Akibat belum direlokasi, banyak kios-kios dipinggir jalan yang sembrawut. Kami akan cek keabsahan pasar ini. Kalau tidak bermasalah maka kami akan relokasi ke pasar itu,” paparnya.

Diungkapkanya, sampai saat ini untuk sementara waktu para pedagang memang masih ada di pinggir jalan walaupun memang ini berbahaya untuk pedagang karena arus lalu lintas. Di mana, kiri dan kanan jalan ditutupi oleh pedagang hingga menyebabkan arus lalu lintas bisa macet dan menghalangi pandangan pengendara sehingga terjadi laka lantas.

“Kamis kemarin saya juga mengalami Laka lantas, maka ini memang harus dipindahkan para pedagangnya,” ungkapnya. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *