oleh

Oknum Pegawai Honorer yang Bermasalah Akan Dipecat

TIMIKA – Pemerintah Daerah (Pemda Mimika) akan melakukan pemutusan hubungan kerja atau pemecatan terhadap tenaga honorer yang tidak aktif, tidak melaksanakan tugas serta tenaga honorer yang bermasalah. Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah Mimika, Michael Gomar, SSTP MSi kepada wartawan, Selasa (30/3) lalu.

Gomar menegaskan, Pemda Mimika akan mengambil tindakan tegas terhadap tenaga honorer yang terjerat kasus hukum atau bermasalah. Seperti halnya YP, yang terdaftar sebagai honorer di Sekretariat DPRD Mimika yang sebelumnya pernah ditempatkan pada Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Mimika. YP beberapa waktu lalu terjerat kasus hukum.

“Sejauh ini kami sudah mengajukan untuk proses pemutusan hubungan kerja dengan yang bersangkutan. Dan untuk SK pemecatannya sementara diproses,” tegas Gomar.

Ia mengungkapkan pegawai honorer di lingkup Pemda Mimika kurang lebih mencapai 3.900 orang. Data ini akan divalidasi kembali sesuai hasil uji kompetensi, yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Masa kerja kata Gomar juga menjadi salah satu pertimbangan dalam validasi honorer. Hasil validasi itu nantinya akan dilaporkan kepada Bupati dan Wakil Bupati, untuk menjadi bahan pertimbangan dan bahan telaan dalam pengambilan kebijakan.

Sekda mengungkapkan, tim penegak disiplin ASN dan honorer sudah dibentuk dan mulai bekerja. Tim ini mulai melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap ASN dan honorer yang tidak aktif. Bagi yang tidak aktif akan diberi sanksi pemblokiran gaji serta tunjangan.

Ia menambahkan, penegakan disiplin ini juga harus dilakukan oleh para pimpinan OPD, kepala distrik dan lurah. Honorer yang tidak aktif dan tidak melaksanakan tugas, harus dilaporkan supaya menjadi bahan evaluasi tim sebelum dilaporkan kepada Bupati dan Wabup. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *