oleh

Gelar Reses, Reddy Wijaya Tampung Usulan Pembangunan Jalan dan Normalisasi Sungai

TIMIKA – Pembangunan infrastruktur jalan dengan pengaspalan, pengecoran jalan, normalisasi sungai hingga drainase, menjadi usulan yang paling banyak disampaikan para konstituen dan masyarakat di agenda Reses Tahap I Anggota DPRD dari Fraksi Mimika Bangkit, Reddy Wijaya, Kamis (1/4) di Jalan Pattimura Ujung.

Para konsetuen dan masyarakat yang hadir dari seputaran Jalan Sahabat, RT 12, 13, 17 Pasar Sentral, Jalan Anggrek belakang Kantor Kehutanan,  Kelurahan Kebun Sirih dan Jalan Nanas SP 2 dan wilayah seputaran Sempan belakang KUA.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut juga mendapat Aspirasi Masyarakat (Asmara) mengenai keberadaan sembako murah, karena harga yang kini sudah melonjak cukup tinggi. Asmara lainnya yang disampaikan oleh masyarakat adalah soal Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tidak merata. Masyarakat juga mengusulkan agar fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mendukung masyarakat khususnya OAP, Labeti dan yang hijrah ke kota ini untuk mencari kerja dapat difungsikan lagi agar menjadi bekal mereka dalam mencari pekerjaan.

Asmara lain yaitu soal masalah sampah yang belum jelas titik-titik lokasi pembuangan sampah menyebabkan masyarakat bingung. Dengan belum jelasnya pembuangan sampah ini, kini banyak sampah yang berserakan di pinggir jalan.

Masyarakat juga mengeluhkan soal penerangan jalan yang belum merata. Dari jaring Asmara kali ini, ada juga komunitas anak muda yang hadir mengusulkan agar pemerintah membangun arena skatepark (arena bermain skateboard). Di mana, selama ini mereka bermain skateboard di pibggir jalan, depan SMP N 2. Ini sebutnya tentu menganggu pengguna jalan dan kendaraan sehingga ia berharap pemerintah bisa memperhatikan hal ini dengan lokasi zona hijau dengan taman kotanya. Jika jadi, alangkah lebih baiknya kata Reddy, bisa disediakan juga arena khusus untuk anak-anak yang bermain skateboard ini. Masyarakat juga sebutnya cukup resah dengan pergerakan anak-anak yang menghisap lem. Untuk itu mereka minta kepada pemerintah agar menegaskan soal penjualan lem ini agar tidak bebas.

Masyarakat yang hadir juga bertanya soal vaksinasi covid-19. Ia langsung mensosialisasikan jika vaksin ini aman dan halal serta minta kepada masyarakat agar tidak terpancing dengan isu hoax yang beredar di media sosial.

Dengan semua usulan yang disampaikan oleh masyarakat ini, Reddy yang juga Anggota Komisi A DPRD Mimika ini mengatakan untuk BLT maupun BLK ia akan mengkoordinasikanya dengan dinas teknis terkait. Baik kepada Dinas Sosial maupun Dinas Ketenagakerjaan sebut Reddy, akan disampaikan langsung apa yang menjadi keluhan masyarakat.

“Dari reses ini, aspirasi masyarakat mudah-mudahan dapat terkoordinir, dan akan saya masukan di Pokir semua dan berharap bisa masuk dalam program kerja yang dibiayai lewat APBD 2022,” imbuh Reddy. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *