oleh

Warga Kebuh Sirih Keluhkan Wilayahnya Jadi Langganan Banjir

TIMIKA – Kelurahan Kebun Sirih Distrik Mimika Baru merupakan wilayah yang menjadi langganan banjir saat hujan deras melanda. Mengingat wilayah ini masih berada di dalam kota Timika bahkan menjadi pintu masuk kota ini, masyarakat berharap pemerintah bisa membangunkan sarana drainase yang lebih memadai.

Usulan ini diungkapkan langsung masyarakat dalam agenda Reses Tahap I Anggota DPRD, Saleh Alhamid di Kelurahan Kebun Sirih, Kamis (1/4).

Politisi Partai Hanura ini mengungkapkan, jika masyarakat di sana mengeluhkan soal banjir yang selalu melanda wilayah Kebun Sirih karena di sana tidak ada sarana drainase yang bisa mengalirkan air dengan baik.

“Kebun Sirih merupakan daerah yang sangat dekat dengan Airport, wilayah dalam kota, jalan yang dari Sosial itu butuh pengaspalan, dan tiap hujan itu selalu terjadi banjir karena air tersumbat di jembatan, itu perlu dikasi lebar, dipasang gorong-gorong dan sarana drainase untuk pembuangan air,” ungkapnya.

Sekretaris Komisi C DPRD ini mengatakan ada satu masalah lagi yang diungkapkan oleh masyarakat khusus di RT 18. Di mana, masyarakat sudah meninggalkan rumah mereka karena disebabkan oleh air yang sudha tergenang dan tidak bisa mengalir ke mana-mana. Warga terpaksa harus pindah dan mencari tempat tinggal lain.

Sekitar 60 KK sebutnya terpaksa pindah ke tempat lain yang tidak tergenang air.

Masyarakat di Kebun Sirih sebutnya juga membutuhkan fasilitas perumahan. Dari keluhan masyarakat ini, Saleh mengatakan jika dari agenda reses ini, setidak-tidaknya dengan kehadiran mereka di tengah masyarakat, akan ia masukan ke Pokir.

Di mana, Pokir ini akan dimasukan dalam program di tahun 2022. Ia menyebutkan jika lewat aspirasi masyarakat ini, ia selaku dewan sudah mengikat janji. Ia yang sudah berjanji mengusulkan hal ini kepada pemerintah mengharapkan agar bupati harus melindungi dan memprioritaskan Pokir para anggota dewan.

“Saya berharap dari Dinas PU misalnya, mari bersama saya tinjau apa yang diusulkan oleh masyarakat ini agar mereka bisa tinjau langsung ke lapangan dan bisa estimasi dana untuk pekerjaan fisik ke depannya,” imbuhnya. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *