oleh

BPS: Deflasi Terjadi di Bulan Maret Sebesar -0,41 Persen

TIMIKA – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika Trisno L Tamanampo, Selasa (6/4) menjelaskan deflasi Timika terjadi di bulan Maret 2021 sebesar -0,41 persen. Deflasi ini dapat terjadi karena adanya perubahan harga yang ditunjukkan dengan perubahan indeks pada kelompok yang mengalami inflasi.

Kelompok tersebut adalah kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,14 persen dengan andil sebesar 0,01 persen terhadap inflasi di Timika. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,32 persen dengan andil inflasi 0,02 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,15 persen dengan andil 0,00 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -0,67 persen dengan andil -0,31 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar rumah tangga sebesar -0,13 persen dengan andil -0,02. Kelompok transportasi sebesar -0,52 persen dengan andil inflasi adalah -0,05 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,07 persen dengan andil -0,00 persen.

Kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar -0,28 persen dengan andil -0,00 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar -1,05 persen dengan andil -0,06 persen.

Sementara itu, besaran andil sub kelompok pendorong inflasi yaitu pada subkelompok barang dan layanan untuk pemeliharaan sejumlah tangga rutin sebesar 0,01 persen, Furnitur, perlengkapan dan karpet sebesar 0,01 persen, Alas Kaki sebesar 0,01 persen.

Sedangkan besaran andil subkelompok penahan inflasi yaitu subkelompok makanan sebesar -0,32 Persen, perawatan pribadi sebesar -0,03 persen, pengoperasian peralatan transportasi pribadi sebesar -0,03 persen.

Dalam release yang diterima Radar Timika, disebutkan berdasarkan hasil pemantauan BPS dengan menggunakan penghitungan dan tahun dasar baru tahun 2018 (2018 = 100) hasil SBH 2018, di Timika pada Maret 2021 terjadi deflasi sebesar -0,41 persen atau terjadi pengurangan angka Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,22 pada Februari 2021 menjadi 106,78 pada Maret 2021.

Sementara laju inflasi Timika tahun kalender Maret 2021 terhadap Desember 2020 mencapai -0,35 persen dan laju inflasi year on year Maret 2020 terhadap Maret 2021 mencapai 3,88 persen.

Faktor pendorong terjadinya Inflasi di Timika dilihat dari andil komoditas antara lain, kangkung, cabai rawit, ikan cakalang atau ikan sisik, ikan kakap putih, cabai merah. Adapun komoditas yang membuat penahan terjadi inflasi antara lain sawi hijau, ikan mumar, bayam, udang basah, dan semangka.

Lebih lanjut Trisno menyebutkan jika Timika menempati urutan ke-82 di tingkat nasional dan ke-20 di tingkat Sulampua, Merauke menempati urutan ke-3 di tingkat nasional dan ke-3 di tingkat Sulampua, sedangkan Kota Jayapura menempati urutan ke-1 di tingkat nasional dan ke-1 di tingkat Sulampua.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *