oleh

Ratusan Warga Kampung Kipia Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni

TIMIKA – Ratusan warga di Kampung Kipia Distrik Kapiraya tinggal di rumah-rumah yang tidak layak huni. Masyarakat di sana sangat berharap pemerintah bisa membantu mereka dengan merehab bangunan rumah, sehingga masyarakat bisa tinggal dan melakukan aktivitas dengan nyaman.

Kondisi masyarakat di Kampung Kipia ini diungkapkan oleh Anggota DPRD Mimika, Thobias Alberth Maturbongs, Rabu (7/4). Harapan agar masyarakat Kipia mendapat sentuhan pemerintah diungkapkan Maturbongs usai ia melaksanakan resesnya di sana.

Dikatakan Maturbongs, karena kondisi rumah yang sudah tidak layak huni dan harus berbagi dengan keluarga lain, terpaksa kepala Kampung Kipia mendirikan tenda di pinggir pantai untuk ditinggali.

“Di Kampung Kipia, rumah-rumah masyarakat sangat jauh di bawah standar kelayakan, bahkan kepala Kampung Kipia karena rumahnya rubuh dia tinggal di tenda-tenda,” ujarnya.

Lanjut Maturbongs, di Kampung Kipia ada 109 Kepala Keluarga (KK). Dengan jumlah ini, satu rumah dihuni oleh empat KK. Banyaknya masyarakat dan tidak sebanding dengan jumlah rumah menyebabkan sebagian masyarakat yang sudah lanjut usia terpaksa tinggal di tenda-tenda yang dibangun sendiri.

Melihat persoalan ini Maturbongs berharap agar rumah-rumah di Kampung Kipia ini semuanya bisa direnovasi, sebab bangunan ini paling tua dan sudah tidak layak huni. Dengan program Dana Respek belasan tahun silam, rumah-rumah berdinding papan ini dibangun dan kini sudah rusak dimakan usia. Banyak rumah yang sudah rusak dengan papan yang patah yang menyebabkan bangunan rubuh.

Menyadari jika membangun satu unit rumah layak huni sampai ratusan juta, maka Maturbongs berharap agar pemerintah bisa melakukan renovasi bangunan saja. Dengan akses transportasi ke pesisir yang sangat mahal sebutnya, pemerintah diharapkan tidak lepas tangan dalam memperhatikan kebutuhan masyarakat.

“Saya tetap masukan ke Pokok Pikiran (Pokir), walaupun tidak semua, saya harapkan pemerintah bisa akomodir ini,” pungkasnya.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *