oleh

Wabup: Mimika Harus Jadi Contoh Gambaran Toleransi di Indonesia

TIMIKA – Kabupaten Mimika dengan keberagaman umat dari sisi agama, suku serta ras, selalu hidup rukun berdampingan dalam kemajemukan. Dengan suku, agama dan ras yang berbeda-beda ini, masyarakat di Tanah Amungsa dan Bumi Kamoro selalu bisa bergandengan tangan sehingga daerah ini selalu aman dan terhindar dari konflik yang membawa nama SARA.

Untuk keberagaman yang selalu terjalin dengan sangat baik inilah, maka pemerintah sebut Wakil Bupati Johannes Rettob, SSos MSi berharap Kabupaten Mimika bisa menjadi contoh dan tauladan dalam pengalaman toleransi bukan saja di Papua, namun juga di Indonesia.

Harapan agar toleransi yang masih terbina dengan sangat baik hingga saat ini agar bisa menjadi contoh bagi masyarakat lain diungkapkan Wabup Johannes Rettob saat menghadiri acara Tarhib Ramadan 1442 H yang digelar oleh MUI di Aula Serbaguna Masjid Ar Rahman, Sabtu (9/4).

Wabup Rettob mengatakan toleransi antar umat beragama di daerah ini sudah tidak perlu diragukan lagi. Secara tidak langsung, masyarakat bisa melihatnya semisal dalam peringatan hari besar keagamaan. Saat ibadah pada hari besar keagamaan, umat agama lain dengan suka cita ikut membangun pihak keamanan dalam upaya menjaga Kamtibmas selama ibadah berlangsung. Hal ini sebutnya, sudah dilakukan sejak lama sehingga daerah ini aman dan damai dengan toleransi umat beragamnya yang sangat tinggi.

“Kita menunjukan toleransi yang suah terjalin selama ini sebagai contoh, bukan saja di Papua bahkan di Indonesia sebagai contoh dengan keberagaman agama namun tetap bersatu, perbedaan itu biasa, namun kita tetap yakin Mimika adalah daerah yang memiliki toleransi yang tinggi,” jelas Wabup Rettob.

Dikatakanya, toleransi umat beragama ini pun ia harapkan bisa terjalin selamanya sehingga daerah ini menjadi kota yang kondusif, aman dan damai. Jika daerah sudah aman dan damai, maka semua aktivitas masyarakat sebutnya bisa dilakukan dengan tenang tanpa dihantui rasa takut atau was-was akan terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.

Begitupun dengan memasukinya bulan Ramadhan 1442 Hijriyah tahun ini, Wabup Rettob tetap meminta adanya sikap toleransi dari umat beragam lain guna mendukung saudara-saudari Muslim yang sedang berpuasa dan bisa beribadah dengan aman dan nyaman.

“Kita masuk di bulan Ramadhan, mari kita tunjukan sikap toleransi terhadap umat Muslim dengan umat Kristiani dan agama lain yang ada agar Mimika bisa terus tertib dan aman,” pungkasnya. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *