oleh

Willem Wandik Tegaskan Kabupaten Puncak Masuk Mee Pago

TIMIKA – Selain Provinsi Papua Tengah, muncul juga usulan pembentukan Provinsi Pegunungan Tengah Papua yang wilayahnya melingkupi wilayah adat La Pago. Namun dalam hal ini Kabupaten Puncak secara tegas menolak dan memilih tergabung dengan Provinsi Papua Tengah dalam wilayah adat Mee Pago.

Bupati Puncak, Willem Wandik kepada Radar Timika melalui telepon, Minggu (11/4) kemarin mengatakan secara tertulis Kabupaten Puncak selama ini disebut masuk dalam wilayah adat La Pago. Tapi secara geografis dan demografis Kabupaten Puncak lebih tepat masuk dalam Mee Pago. “Jadi kami bukan La Pago, kami Mee Pago,” tegasnya.

Jadi kaitan dengan pemekaran provinsi yang dibagi berdasarkan wilayah adat Willem Wandik menegaskan bahwa Pemda, DPRD dan masyarakat Puncak menolak masuk La Pago dan memilih bersama Mee Pago. Sebab masyarakat Puncak lebih banyak berada di Mimika sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah dan juga Nabire sebagai bagian dari Provinsi Papua Tengah.

Ia berharap kepada pemerintah pusat sebelum menetapkan pemekaran yang kabarnya akan segera dilakukan, untuk memasukkan Kabupaten Puncak menjadi bagian dari Provinsi Papua Tengah, bukan Provinsi Pegunungan Tengah. “Kami kalau ke Wamena jauh dan saya menegaskan Puncak tidak lagi ada di La Pago,” ujarnya.

Willem Wandik juga berharap pemekaran Provinsi Papua Tengah bisa segera ditetapkan. Sebab itu sudah lama dinantikan. Berkaca dari Provinsi Papua Barat yang seharusnya berdiri bersamaan dengan Papua Tengah, kini sudah lebih maju. Sehingga ia berharap Papua Tengah dengan ibu kota Mimika bisa secepatnya ditetapkan.

Mengenai pro dan kontra menurutnya hal wajar. Tapi ia sangat mendukung kebijakan pemerintah pusat jika ingin mempercepat pembangunan di Papua dengan melakukan pemekaran wilayah.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *