oleh

Bupati Minta PTFI dan PSU Serap Komoditas Lokal

TIMIKA – Sektor pertanian, peternakan dan perikanan lokal semakin menggeliat. Sayangnya serapan pasar belum maksimal. PT Freeport Indonesia (PTFI) yang diharap menjadi target pasar justru PT Pangan Sari Utama (PSU) sebagai penyedia catering memasok sebagian besar kebutuhan dari luar Mimika.

Melihat kondisi ini, Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE MH mendesak PT PSU untuk memprioritaskan komoditas lokal dibanding dari luar. Bahkan untuk meyakinkan PT PSU, Bupati Omaleng mengajak jajaran manajemen PTFI dan PT PSU meninjau langsung beberapa peternakan dan sentra pertanian di Mimika pada Senin (12/4).

Bupati Omaleng mengungkapkan, produksi lokal baik peternakan, pertanian dan perikanan semakin meningkat. Dimana sebagian besar pelakunya adalah masyarakat asli Papua. Peternakan kata Bupati Omaleng sudah mampu memenuhi kebutuhan lokal. Terutama telur ayam yang produksinya setiap hari mencapai 11 ton. “Lalu telurnya mau dijual ke mana. Tujuan masyarakat kembangkan peternakan karena sasarannya adalah PT Freeport,” ujar Bupati Omaleng.

Selama ini diungkapkan Bupati kebutuhan Freeport tidak diambil dari peternak lokal. Makanya ia memanggil pimpinan PT PSU dan manajemen PTFI untuk membahas persoalan tersebut. Bupati mengakui agar bisa diserap oleh PTFI maka supply harus memenuhi kuantitas, kualitas dan konsistensi. Tapi menurutnya untuk beberapa komoditas terutama sayur bisa dipenuhi.

“Selama ini PTFI datangkan telur ayam, sayur dari Jawa. Kalau memang lokal sudah siap kami mau tutup pasokan dari luar. Harus menyerap produk lokal,” tegasnya.

Ia terus mendorong hal tersebut agar sektor peternakan, pertanian dan perikanan di Mimika bisa berkembang dan masyarakat petani bisa sejahtera.

Setelah bertemu dengan pimpinan PT PSU dan manajemen PTFI, Bupati mengungkapkan sebenarnya pada level pimpinan perusahaan ingin agar memprioritaskan komoditas lokal. “Selama ini ada permainan, ada kepentingan itu yang membuat hasil pertanian dan peternakan lokal punya itu dibatasi. Sebenarnya niat baik dari pimpinan perusahaan itu sudah ada. Tapi di bagian bawah itu bikin bisnis masing-masing,” ujar Bupati Omaleng.

Bupati terus mendorong petani dan peternak lokal untuk terus meningkatkan produksi karena peluang pasar tidak hanya di Timika dan PTFI tapi juga kabupaten tetangga seperti Yahukimo, Nabire, Deiyai, Puncak dan lainnya.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *