oleh

Kapolda: TNI dan Polri akan Terus Buru KKB

TIMIKA – Rentetan aksi teror yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak mulai dari penembakan dua orang guru di Kampung Julukoma, Distrik Beoga pada Kamis (8/4) dan Jumat (9/4) lalu, hingga aksi pembakaran satu unit helikopter di Bandara Aminggaru, Ilaga Kabupaten Puncak pada Minggu (11/4) lalu, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri, SIK menegaskan aparat gabungan TNI dan Polri tidak akan pernah mundur dan akan terus melakukan pengejaran terhadap KKB yang saat ini ada di Kabupaten Puncak.

“Tentunya mereka ini melanggar hukum, aparat Kepolisian dan TNI tidak akan mundur selangkah pun untuk menegakan aturan. Kita akan cari dan tangkap,” tegas Kapolda yang ditemui wartawan, Senin (12/4) kemarin di hotel Horison di Jalan Hasanuddin.

Kapolda menjelaskan pasca aksi pembakaran satu unit helikopter yang berujung pada kontak tembak antara aparat TNI dan Polri dengan KKB, situasi keamanan di Kabupaten Puncak sudah aman dan kondusif.

“Kita berharap teman-teman yang ada di Kota Ilaga bisa melakukan pengendalian terhadap kejadian yang terjadi sore kemarin (Minggu), yakni pembakaran heli dan malamnya sempat ada kontak tembak,” ujarnya.

Kemudian Kapolda juga mengatakan ia telah melakukan koordinasi dengan Bupati Puncak untuk segera melakukan pendekatan dengan sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama yang ada di Kabupaten Puncak untuk tetap bisa menjaga situasi keamanan di Kabupaten Puncak.

“Saya sudah hubungi pak Bupati untuk pendekatan dengan sejumlah tokoh, untuk bisa jaga keamanan di Kota Ilaga dan secara keseluruhan di Kabupaten Puncak. Karena kita tahu bahwa rentetan kejadian mulai dari Beoga sampai di Ilaga cukup mengganggu aktivitas pemerintahan termasuk juga aktivitas penerbangan yang ada di Kabupaten Puncak,” jelas Irjen Fakhiri.

Kapolda juga mengungkapkan bahwa pelaku pembakaran helikopter di Bandara Aminggaru, Ilaga Kabupaten Puncak itu merupakan KKB pimpinan Lekagak Telenggen. “Mereka itu kan semua satu kelompok, itu kelompoknya Lekagak,” ungkapnya.

Lebih lanjut terkait dengan rencana evakuasi warga, sehubungan dengan adanya aksi teror yang dilakukan KKB di Distrik Beoga, Kapolda mengatakan pihaknya saat ini sementara berupaya untuk bisa mengamankan aktivitas penerbangan di Kabupaten Puncak.

“Apabila kita bisa mengamankan parameter di Bandara di Beoga, maka akan kita bawa masyarakat yang sudah dikumpulkan di dekat Koramil Beoga dan Polsek Beoga yang jumlah sekitar 40 orang,” pungkas Kapolda.

Dalam kesempatan itu juga Kapolda menyayangkan kasus penembakan yang menimpa dua orang tenaga guru yakni Oktovianus Rayo dan Yonatan Randen yang meninggal ditembak KKB di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.

“Mereka itu guru. Guru ini mencerdaskan sumber daya manusia yang ada di Tanah Papua, lebih khusus lagi di pegunungan. Kita jangan mengkaitkan dengan hal lain, tapi kita lihat seorang guru itu sangat penting. Lalu tenaga kesehatan sangat penting, hamba-hamba Tuhan sangat penting untuk mengajarkan kita di Tanah Papua. Jadi jangan dibawa ke isu-isu yang lain,” tegas Kapolda.(tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *