oleh

Jumlah Korban Kasus Cabul dan Kekerasan di SATP Masih 25 Orang

TIMIKA- Proses penyidikan terhadap kasus pencabulan dan kekerasan yang dilakukan oleh tersangka DFL (30), yang merupakan oknum pembina di asrama Sekolah Asrama Taruna Papua terhadap puluhan anak di bawah umur yang merupakan pelajar di SATP, kini masih terus berjalan.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Hermanto, SH SIK yang dikonfirmasi Radar Timika, Senin (15/3) kemarin mengatakan, sampai Senin kemarin total jumlah yang sudah melapor masih tetap 25 orang dan belum ada penambahan.

“Update korban kekerasan dan cabul masih tetap 25 orang,”singkatnya.

Lanjut AKP Hermanto bahwa dari total 25 anak yang merupakan korban pencabulan dan kekerasan, masih tersisa dua korban yang belum dimintai keterangan oleh penyidik unit PPA Satreskrim Polres Mimika.

“Yang kekerasan 15 orang sudah diperiksa semua, kalau yang cabul tinggal 2 orang yang belum diperiksa dari 10 orang. Dari pihak sekolah yang sudah diperiksa, kepala yayasan kemudian kepala asrama dan guru,”jelas Kasat Reskrim.

Untuk tersangka DFL sendiri, kata Kasat Reskrim bahwa telah dilakukan penahanan di ruang tahanan Polres Mimika, untuk keperluan penyidikan kasus tersebut.

“Yang namanya sudah tersangka ya sudah kita tahan,”sambungnya.

Untuk diketahui, tersangka DFL diamankan kepolisian pada Kamis (11/3) lalu rumah salah satu kerabatnya di SP 1, Kelurahan Kamoro Jaya.

Tersangka diamankan lantaran dilaporkan telah melakukan tindakan pidana pencabulan dan kekerasan terhadap 25 anak di bawah umur, yang merupakan pelajar pada SATP yang berada di Jalan Sopoyono, SP 4, Kelurahan Wonosari Jaya.

Akibat perbuatannya tersangka DFL diancam pidana 5 sampai 20 tahun sebagaimana diatur dalam Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *