oleh

PN Kota Timika Tangani 21 Perkara Cerai

Umumnya Karena Cekcok Akibat Tidak Dinafkahi

TIMIKA – Pengadilan Negeri Klas II Kota Timika menyebut, angka perkara perceraian yang sudah ditangani sejauh ini mencapai 21 perkara. Di mana perkara perceraian yang diajukan rata-rata disebabkan karena ketidakcocokan.

Ketua Pengadilan Negeri Klas II Kota Timika, Ida Bagus Bamadewa Patiputra, SH, Rabu (14/4) lalu menjelaskan, banyak kasus perceraian yang dimulai karena ketidakcocokan salah satunya dikarenakan ada tindakan kekerasan. “Intinya itu,” ujarnya singkat.

Perkara ketidakcocokan, urainya, bisa disebabkan karena tidak ada perhatian misalnya dari pihak suami, dengan tidak memberikan nafkah dan tidak memberikan tanggungjawab. Termasuk misalnya suaminya mempunyai istri simpanan lain. “Itu juga di pihak wanita ada,” jelasnya.

“Kebanyakan perceraian diajukan perempuan. Tapi sekarang sudah mulai seimbang. Mungkin sudah berkaitan dengan persamaan hak. Mereka sudah berani meminta hak,” sambungnya.

Ida Bagus sendiri tidak dapat menjelaskan lebih jauh perkara perceraian yang umumnya diajukan. Namun ia menyebut, perkara paling sering yakni karena salah satu pihak atau istri merasa tidak dinafkahi. “Umumnya seperti itu,” terangnya.

Untuk kasus perceraian yang sempat ditangani pihaknya pada Tahun 2020 lalu mencapai 60 perkara. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *