oleh

Puluhan Warga Beoga Eksodus ke Kwamki Narama

TIMIKA – Kapolsubsektor Kwamki Narama Polsek Mimika Baru, Ipda Bambang Wioko menyebut pasca terjadinya kejadian di Kabupaten Puncak beberapa hari belakangan, masyarakat asli di Kwamki Narama tidak terpengaruh dengan kejadian itu. Namun, pihaknya menyebut ada beberapa orang yang diduga adalah eksodus dari Beoga.

Ipda Bambang, Kamis (15/4) menjelaskan, secara umum, kegiatan masyarakat di Kwamki Narama terbilang normal. Meskipun pihaknya menduga ada beberapa orang yang merupakan eksodus dari Beoga, namun ia menyebut belum ada eksodus serupa dari Ilaga.

Untuk jumlahnya dipastikan mencapai belasan orang. “Itu sekitar 15 sampai 20 orang yang kita duga merupakan eksodus dari Beoga. Itu berdasarkan hasil pantauan kami,” sebutnya.

“Kami juga sudah menemui tokoh-tokoh dan berkomunikasi, dan dibenarkan bahwa itu memang yang dari Beoga sudah sebagian besar ada di Timika,” sambung Ipda Bambang.

Namun, ia menambahkan, para eksodus tersebut diperkirakan telah datang, bahkan sebelum kejadian yang belakangan terjadi di Kabupaten Puncak tersebut.

“Tapi untuk berapa lama mereka tinggal di Timika kita belum tahu. Mereka pun yang pasti tinggal sama saudaranya. Jadi mereka tidak berdampak apa-apa hanya memang namanya orang baru di wilayah baru. Tata cara kehidupannya berbeda dengan orang asli yang di Kwamki Narama,” ungkapnya.

Ipda Bambang juga menjelaskan, pihaknya sempat menerima informasi adanya pertemuan yang dilakukan, namun belum sempat berbincang dengan para eksodus yang datang. Tetapi ia berjanji jika para eksodus yang dimaksud mengalami kesulitan dalam hal memenuhi kebutuhan, pihaknya akan bekerja sama dengan Binmas Noken Polri untuk membantu bahan makanan.

“Saya belum tahu apakah ada anak-anak. Tapi dari pantauan itu kebanyakan adalah ibu-ibu dan bapak-bapak,” tutupnya. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *