oleh

Guru-Guru di Timika Kecam Aksi KKB

Minta Pemerintah Jamin Keamanan Para Guru agar Bisa Bertugas

TIMIKA – Aksi brutal yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Ilaga dan Beoga Kabupaten Puncak yang menelan nyawa dua orang guru, mendapat kecaman dari rekan sejawat mereka. Para guru di Timika mengutuk aksi kejam yang dilakukan oleh KKB terhadap pahlawan tanpa tanda jasa ini.

Salah satu guru yang juga Kepala Sekolah SMK Filadelfia, Jusuf A Felubun, SPd MA saat dihubungi Radar Timika, Senin (19/4) mengatakan ia sangat prihatin dan sekaligus mengecam keras tindak KKB yang menyebabkan dua nyawa guru harus melayang sia-sia. Sebagai tenaga pendidik sebut Jusuf, tidak seharusnya mereka menjadi korban dari aksi KKB yang mempunyai ideologi bersebrangan dengan NKRI ini.

“Kita sangat menyayangkan atas tindakan aksi brutal yang dilakukan oleh KKB di Ilaga sehingga dua orang rekan sejawat kami harus meninggal, ini sangat disayangkan,” ujar Jusuf.

Lanjutnya, atas aksi brutal ini ia berharap ada tindakan yang dilakukan oleh pihak gereja, tokoh agama dan pemerintah guna menjamin keamanan masyarakat di sana. Para guru yang melayani masyarakat di bidang pendidikan khususnya di pedalaman ini harus benar-benar dijamin keamanannya.

Para guru yang sudah ditarik dari Ilaga ini sebut Jusuf pastinya mempunyai trauma yang sangat mendalam untuk kembali ke tempat tugasnya. Untuk itulah pemerintah dan aparat keamanan khususnya harus benar-benar menjamin rasa aman kepada guru apabila mereka harus kembali ke tempat tugasnya.

“Para guru harus diberikan rasa aman agar mereka bisa kembali ke tempat tugas. Jaminan rasa aman itu harus ada karena mereka bertaruh nyawa demi mengajar di pedalaman ini,” tegasnya.

Senada dengan hal itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala-Kepala Sekolah (MKKS) SMK Mimika, John Lemauk juga sangat menyayangkan tindakan KKB yang merengut nyawa guru-guru di sana. Para guru yang seharusnya dilindungi ini menjadi korban kebiadaban KKB. Mereka sebutnya, tentu tidak membayangkan akan menjadi korban dari teror KKB di tempat tugasnya. Menyikapi hal inilah, aparat keamanan dan negara ini sebutnya perlu memberikan rasa aman yang paling utama agar kedepannya para guru tidak lagi menjadi korban sia-sia.

“Rasa aman itu yang paling utama. Ini harus ada jaminan bagi kami para guru untuk mengabdi di tempat tugas. Jangan korban nyawa kami sia-sia saja demi mencerdaskan anak bangsa,” tukasnya.(ami)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *