oleh

Lagi, Toga Sayangkan Pengrusakan Fasilitas Umum oleh KKB

TIMIKA – Aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang melakukan pembakaran terhadap sejumlah fasilitas umum berupa gedung Puskesmas, bangunan Sekolah Dasar (SD) Mayuberi, serta perumahan dinas guru di Kampung Mayuberi, Distrik Ilaga Utara Kabupaten Puncak, Minggu (2/5) hingga Senin (3/5) lalu, kembali disayangkan oleh tokoh agama di Timika.

Wakil Ketua Klasis Gereja Protestan Indonesia – GPI Papua Mimika, Pendeta (Pdt) Ferdinans C Hukubun kepada Radar Timika, Rabu (5/5) menyesalkan tindakan atau perbuatan melanggar norma-norma agama dan masyarakat yang dilakukan oleh KKB.

“Mari kita bicara jadikan Papua ini tanah damai. Sesuai filosofi kita selama ini. Hidup dalam perbedaan, persatuan dan kesatuan. Jangan melakukan hal-hal negatif dan tidak terpuji di mata Tuhan dan masyarakat,” ajaknya.

Pdt Hukubun pun mengingatkan mengenai hukum tabur tuai. Siapa yang menabur kebencian akan menuai bencana. Siapa yang menabur kebaikan akan mendapatkan berkat.

Menurut Pdt Hukubun, melakukan pengrusakan terhadap fasilitas umum yang pembangunannya dilakukan dari uang rakyat, tentu akan merugikan rakyat itu sendiri. Pasalnya keberadaan fasilitas ini mempunyai dampak yang besar bagi masyarakat. Karena itu jika fasilitas ini rusak, maka akan menimbulkan kerugian yang luar biasa bagi masyarakat.

“Sebagai tokoh agama, saya mau mengatakan, cukup sudah (melakukan cara-cara kekerasan). Mari selesaikan persoalan-persoalan dengan budaya ketimuran kita. Budaya kita di Papua, ada persoalan duduk lalu bicara sama-sama cari solusi, bukan dengan melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji,” paparnya.

Tanah Papua yang sudah diberkati Tuhan, lanjut Pdt Hukubun harus dijaga bersama-sama agar menjadi berkat bagi sesama.

Selain ajakan perdamaian, kesempatan tersebut Pdt Hukubun turut berdoa agar situasi di Tanah Papua pada umumnya dan Kabupaten Puncak pada khususnya, bisa kembali tenang dan damai seperti sedia kala.

“Mari berdoa Tuhan ampuni mereka karena mereka tak tahu apa yang mereka perbuat. Biarkan Tuhan sadarkan orang-orang yang tidak terpuji, jauh dari norma agama. Jangan terpancing dengan situasi dan kondisi yang terjadi. Tapi berdoa supaya Tuhan merubah hati-hati yang keras menjadi lembut,” ajaknya.

Pdt Hukubun mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan situasi yang terjadi beberapa waktu belakangan dan menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kepada pemerintah, baik Pemprov dan Pemkab serta TNI-Polri.

Tak lupa ia mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan Media Sosial (Medsos) sebagai sarana memberikan penilaian negatif terkait situasi yang terjadi di Puncak dan sekitarnya, melainkan memanfaatkan Medsos yang ada untuk menghibur, menguatkan dan mendukung dalam doa.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *