oleh

Aparat Sita Senapan, Peluru dan Dokumen OPM

Saat Lakukan Penggerebekan Honai Anggota KKB di Distrik Gome

TIMIKA – Upaya penegakan hukum yang terukur terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terus dilakukan aparat gabungan TNI dan Polri. Sabtu (15/5) sekitar pukul 15.00 WIT, aparat gabungan TNI dan Polri melakukan penggerebekan di salah satu honai Numbuk Telenggen di bawah Kampung Ninggabuma, Distrik Gome, Kabupaten Puncak.

Kasatgas Humas Nemangkawi, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, SIK dalam rilisnya Minggu (16/5) kemarin, menyebutkan dalam penggerebekan itu aparat gabungan TNI dan Polri berhasil mengamankan senapan angin, amunisi kaliber 5,56, lalu 4 buah handphone, 30 buah anak panah, serta beberapa dokumen Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Lebih lanjut ia menjelaskan, penggerebekan terhadap honai tersebut, lantaran dicurigai sebagai tempat persembunyian KKB, Numbuk Talenggeng.

“Berdasarkan atas DPO Nomor. 3/V/2021/Res. Puncak, tanggal 1 Mei 2021, atas nama Numbuk Talenggeng dalam perkara  Pembunuhan (Penembakan) terhadap anggota Satbrimob atas nama Bharada Komang,” kata Kombes Iqbal.

Kasatgas Humas Nemangkawi mengatakan bahwa Numbuk Talenggeng sendiri merupakan anggota dari KKB pimpinan Lekagak Talenggeng.

“Sampai saat ini, masih dilakukan pengejaran oleh aparat gabungan TNI dan Polri,” sambungnya.

Kemudian ia juga mengungkapkan bahwa dalam penggerebekan itu, aparat gabungan sempat mengamankan 3 orang yang saat itu tinggal berlainan yang jaraknya sekitar 100 meter dari honai milik Numbuk Telenggen.

“Tiga orang yang tinggal berlainan honai kurang lebih 100 meter dari honai Numbuk, tepatnya di tanah merah atas, turut diamankan ke pos Raider 715 Gome.  Selanjutnya diserahkan ke Satgas penegakan hukum ops Nemangkawi,” jelas Kombes Iqbal.

Tiga orang yang diamankan itu kata Kombes Iqbal, masing-masing berinisial YAW (34), MM (17),  dan OM (41). Dan telah dilakukan pemeriksaan guna pengembangan kasus KKB Numbuk Telenggen.

“Dari hasil keterangan yang diberikan kepada pihak penyidik bahwa benar sebelum mengamankan mereka, pihak aparat melakukan penggerebekan di honai bawah milik  Numbuk Talenggeng kurang lebih 100 meter dari honai yang bersangkutan,” urainya.

Kasatgas juga memaparkan, dari hasil pemeriksaan tiga orang tersebut dan juga dari hasil wawancara perwakilan keluarga yang hadir, mereka menyampaikan bahwa ketiga orang itu merupakan masyarakat Kampung Tegaloba yang sementara berada di Kampung Ninggabuma, dan tidak pernah mengikuti dan tergabung dengan Kelompok Numbuk Talenggeng maupun kelompok kriminal bersenjata lainnya.

“Selain itu  mereka pun merasa terganggu dengan adanya kelompok kriminal teroris bersenjata yang selalu mengancam mereka meminta sejumlah uang dengan menodongkan senjata, dan membuat ketakutan di masyarakat,” ungkap Kombes Iqbal.

Ia juga mengatakan bahwa aparat kepolisian dalam proses penegakan hukum, tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah. Termasuk terhadap pemeriksaan orang yang diamankan, saksi maupun yang bersangkutan sebagai tersangkutan sebagai tersangka tetap mendasari pemenuhan bukti permulaan yang cukup sebagaimana dalam 184 KUHP.

“Dan setelah dilakukan pemeriksaan, 3 orang tersebut di kembalikan ke keluarganya,” pungkasnya.(tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *