oleh

Aparat TNI-Polri Tembak Mati Dua Anggota KKB

Kontak Tembak Kamis (13/5) Juga Tewaskan Dua KKB Bernama Lesmin Waker dan Endis Wanimbo

TIMIKA – Aparat gabungan TNI dan Polri terus melakukan upaya penegakan hukum terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Lekagak Telenggen di Kabupaten Puncak.  Informasi terbaru yang diperoleh menyebutkan kontak tembak dengan KKB kembali terjadi pada Minggu (16/5) sekitar pukul 03.19 WIT di Kampung Mayuberi, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak.

Kasatgas Humas Nemangkawi, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, SIK dalam rilisnya yang diterima wartawan kemarin pagi, menyebutkan dalam kontak tembak tersebut aparat gabungan TNI dan Polri berhasil menembak mati dua anggota KKB pimpinan Lekagak Telenggen yang belum diketahui identitasnya. Kontak tembak terjadi di jembatan Mayuberi antara aparat gabungan TNI dan Polri dengan KKB yang berjumlah sekitar tiga orang.

“Kronologis  tiga orang KKB melakukan kontak tembak dengan Satgas Ops Nemangkawi TNI dan Polri. Kemudian pada pukul 04.12  WIT, TNI dan Polri berhasil menembak tiga anggota kelompok teroris pimpinan Lekagak Talenggeng, dengan dua teroris meninggal dunia, sementara satu orang melarikan diri dengan kondisi tertembak,” tulis Kombes Iqbal dalam rilisnya.

Pasca kontak tembak itu, aparat gabungan melakukan penyisiran dan ditemukan barang bukti berupa satu pucuk senjata api jenis Moser 7,62 mm, satu pistol sangkur (replika), satu handy talki Icom, amunisi 17 butir dengan kaliber 7,62, serta empat selongsong peluru. Juga dua buah magasen Moser, satu buah teropong siang, tiga handphone merk Nokia, satu lembar bendera Bintang Kejora, uang tunai Rp 14.400.000, dan tiga Kartu Tanda Penduduk (TKP) atas nama Martinus Murib, Osea Labene dan Rosi Hambal. Kemudian ditemukan juga satu handhone Android, satu buah noken, serta lima buah dompet.

Bahkan menurutnya, aparat gabungan TNI dan Polri hingga Minggu siang, masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi terjadinya kontak tembak dan pengejaran terhadap satu anggota KKB yang melarikan diri dengan membawa satu pucuk senjata api jenis AK 47 milik rekannya yang tewas tertembak.

“Hari ini (kemarin, red) Satgas Gakkum Nemangkawi akan melakukan olah TKP di  Mayumberi. Camp Mayumberi sudah dikuasai TNI dan Polri. Kami  akan terus mengejar dan melakukan penegakan hukum kelompok teroris yang saat ini berada pada zona Mini (Mimika, Intan Jaya, Nduga dan Ilaga),” ungkap Kombes Iqbal.

Sementara untuk situasi Kamtibmas di Kota Ilaga, Kabupaten Puncak kata Kasatgas sangat kondusif.

“Situasi di Kota Ilaga saat ini sangat kondusif. Aktifitas warga seperti biasa, baik kegiatan ibadah di gereja, maupun kios-kios di pasar ramai penjual dan pembeli,” sebutnya.

Lebih lanjut kata dia bahwa operasi Newangkawi TNI dan Polri di Papua hadir sejak Tahun 2019 lalu. Dimana operasi ini tidak hanya melakukan penegakan hukum kepada kelompok teroris, tapi juga operasi kemanusiaan melalui Binmas Noken Polri (Soft  dan Hard Aproach).

Binmas Noken Polri hadir melalui berbagai kegiatan, diantaranya program Polisi Pi Ajar. Progam ini polisi yang bertugas mengajarkan kepada anak-anak tentang wawasan kebangsaan, membaca dan menghitung. Yang mana pola pembelajaran yang diberikan pun berbeda, yakni belajar sambil bermain.

“Tak hanya itu, Binmas Noken Polri juga memberikan cara beternak dan berkebun yang baik kepada peternak maupun petani orang asli Papua. Pendampingan dan pemberian pupuk serta bibit diberikan pula,” sambung Kasatgas Humas Nemangkawi.

Sementara dari segi penegakan hukum kepada KKB, kata Kombes Iqbal bahwa terus dilakukan secara tegas dan terukur, agar masyarakat sipil tidak menjadi korban. Dimana dalam operasi penegakan hukum terhadap KKB, tentunya personel TNI-Polri telah melakukan pemetaan.

“Agar dapat membedakan mana bagian dari kelompok teroris, dan mana masyarakat sipil,” sambungnya.

Lanjut kata dia bahwa tewasnya satu anggota KKB yakni Endis Wanimbo dalam kontak tembak dengan aparat gabungan TNI dan Polri pada Kamis (13/5) lalu di Kampung Wuloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, membuktikan bahwa dalam melakukan penegakan hukum dilakukan secara tegas dan terukur.

Bahkan menurut Kasat Humas Nemangkawi bahwa operasi Nemangkawi dibentuk dengan pertimbangan adanya gangguan Kamtibmas yang dilakukan oleh KKB hingga mengganggu kehidupan masyarakat di beberapa wilayah Papua melalui aksi teror bersenjata.

Kemudian, Kombes Iqbal juga menguraikan beberapa aksi teror yang dilakukan KKB di Papua sejak tahun 2017 lalu hingga saat ini. Yang mana pada Tahun 2017 lalu, ribuan warga disandera KKB di Kampung Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika.

Kemudian 2018, KKB pimpinan Egianus Kogoya, menambak mati sejumlah pekerja PT Istaka Karya yang sedang membangun jalan Trans Papua di Kabupaten Nduga.

Lalu pada Tahun 2019, berdasarkan catatan kepolisian bahwa aksi teror penembakan dilakukan KKB di sejumlah kabupaten di pegunungan Papua sebanyak 23 kasus, dengan korban meninggal 20 orang, yang terdiri dari 10 masyarakat sipil, 8 anggota TNI, dan 2 anggota Polri.

Kemudian Tahun 2020, aksi teror penembakan dari KKB kata Kombes Iqbal bahwa meningkat sebanyak 46 kasus, dengan jumlah korban meninggal dari masyarakat sipil 5 orang, 2 anggota TNI dan 2 anggota Polri.

Dan pada Tahun 2021 ini KKB pimpinan Lekagak Telenggen semakin melakukan aksi teror secara brutal di Kabupaten Puncak.

“Kelompok teroris pimpinan Lekagak Talenggeng semakin brutal di Kabupaten Puncak. Guru, pelajar, warga sipil, ditembak mati. Tak hanya itu, bangunan sekolah, rumah guru, rumah warga, helikopter ikut dibakar,” katanya.

Kombes Iqbal juga menegaskan, TNI dan Polri akan selalu solid hadir di Papua untuk melakukan penegakan hukum kepada KKB yang merupakan kelompok teroris di Papua.

Disamping itu juga, kehadiran TNI dan Polri di Papua untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dari gangguan KKB. Sebab Papua merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“TNI dan Polri tetap solid untuk melakukan penegakan hukum terhadap kelompok teroris di Papua. Hadirnya TNI dan Polri juga senantiasa menjadi keamanan masyarakat di Papua,” tukasnya.

Sementara itu, Kombes Iqbal menjelaskan bahwa sebelumnya yakni Kamis (13/5) telah terjadi kontak tembak antara aparat gabungan TNI dan Polri dengan KKB pimpinan Lekagak Telenggen di Kampung Woluni, Kabupaten Puncak.

Dimana dalam kontak tembak tersebut dilaporkan 2 anggota KKB yang diketahui bernama Lesmin Waker dan Endis Wanimbo tertembak. Lesmin Waker diketahui sebagai pelaku penembakan Bharatu Anumerta Komang yang gugur beberapa waktu lalu, serta merupakan komandan pasukan pintu angin kelompok Lekagak Telenggen.

Setelah kontak tembak, aparat gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi terjadinya kontak tembak, dan berhasil mengamankan barang bukti yakni 1 buah helm militer, dokumen, sejumlah senjata tajam, dan handphone di sebuah honai yang diketahui merupakan milik Lesmin Waker.

“Selain barang tersebut diatas, pasukan TNI Polri sehari sebelumnya yakni Rabu (12/5) telah melakukan penindakan di Kampung Tagalowa dengan gangguan penembakan dan berhasil dihalau. Anggota berhasil mendapatkan barang bukti 3 buah bendera bintang kejora. 1 buku cetak Menuju Papua Baru oleh Dr Benny Giay, 4 buah kapak,  3 linggis, 4 parang,  1 palu, 46 anak panah dan 1 busur,” tulis Kombes Iqbal dalam rilisnya.

Kemudian kata Kombes Iqbal juga bahwa dari hasil penyisiran aparat gabungan TNI dan Polri di lokasi terjadinya kontak tembak di Kampung Wuloni, juga ditemukan satu jenazah anggota KKB yang kemudian dievakuasi dan dilakukan identifikasi di Puskesmas Ilaga.

Dan dari hasil identifikasi, jenazah itu ketahui merupakan anggota KKB atas nama Endis Wanimbo atau Timika Wanimbo yang merupakan ajudan dari Lesmin Waker.

“Proses identifikasi jenazah yang dilakukan di Puskesmas di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, dihadiri oleh Kapolres Puncak Kompol I Nyoman, Dandim 1714, dan tim identifikasi Satgas Gakkum ops Nemangkawi,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa proses identifikasi dengan mengambil sidik jari jenazah, kemudian pencocokan wajah dan barang-barang yang digunakan oleh anggota KKB itu serta keterangan dari sejumlah saksi.

“Dia anak buah Lekagak Telenggen, yakni Endis Wanimbo 29 Tahun, dengan jabatan dalam kelompok sebagai ajudan pribadi Lesmin Waker. Dari keterangan saksi yang dilakukan wawancara, bahwa benar yang bersangkutan adalah ajudan Lesmin Waker yang selalu bersama KKB Lesmin Waker. Sedangkan ciri-ciri dan tanda yang melekat pada jenazah antara lain, anting besi di telinga kiri dan kanan, gelang besi di tangan, manik-manik kalung plastik,” urai Kasatgas Humas Nemangkawi.

Selanjutnya kata dia bahwa setelah selesai dilakukan identifikasi, jenazah Endis Wanimbo atau Timika Wanimbo diserahkan oleh Kapolres Puncak dan Dandim kepada perwakilan keluarga.

“Adapun Lesmin Waker sendiri saat di TKP ikut tertembak namun dibawa kabur oleh kelompok lainnya. Pengejaran akan terus dilakukan oleh personel TNI Polri setelah penguasaan camp Wuloni,” papar Kombes Iqbal.(tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *