oleh

Belajar Tatap Muka masih Tunggu Keputusan Bupati

TIMIKA – Wacana tatap muka pada tahun ajaran 2021-2022 di Kabupaten Mimika, masih menunggu keputusan resmi Bupati Mimika. Untuk kembali melakukan pembelajaran tatap muka di semua sekolah baik mulai jenjang PAUD/TK sampai SMP, Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika sampai saat ini juga masih terus melihat situasi perkembangan penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Mimika, Jeni O Usmany, Senin (17/5) mengatakan untuk membuka aktivitas normal kembali di sekolah walaupun masih terus adanya pandemi Covid-19, bisa saja dilakukan oleh pemerintah daerah. Sebab, kini semua keputusan untuk kembali membuka sekolah sudah diserahkan oleh Kementrian Pendidikan kepada masing-masing pemerintah daerah.

“Dipersiapkan, kita tetap perhatikan situasi (Covid-19), dari Kementerian Pendidikan, semua keputusan diserahkan kepada pemerintah daerah,” ujar Jeni.

Lanjutnya, pihaknya tetap mengikuti situasi perkembangan pandemi Covid-19. Jika penyebaran Covid-19 terus melonjak, maka aktivitas belajar dan mengajar di sekolah akan ditunda dan akan kembali belajar dari rumah. Dan sebaliknya, jika pandemi di Timika menurun, maka aktivitas di sekolah bisa saja dibuka.

Dijelaskan Jeni, di tahun ajaran 2020-2021 lalu, pembelajaran memang dilakukan dengan tiga model. Jika perkembangan pandemi sudah menurun dengan masyarakat banyak yang sudah divaksin serta stok vaksin juga tersedia untuk masyarakat, maka sekolah tatap muka kemungkinan besar akan terlaksana. Namun, Jeni juga menegaskan jika nantinya pada tahun ajaran baru sekolah tatap muka dilaksanakan, maka penerapan Prokes harus dilakukan dengan ketat.

“Jika tatap muka dilakukan pada tahun ajaran baru ini, maka kita akan tetap menerapkan Prokes dengan ketat,” tegasnya.

Ditambahkan Jeni, akan ada metode baru dalam menghadapi situasi pandemi di bidang pendidikan. Dimana, jam belajar anak akan dikurangi, metode mengajar juga dirubah lebih fleksibel lagi. Guru sebutnya, tidak lagi menggunakan metode mengajar dengan berceramah di depan kelas, tetapi guru memfasilitasi apa yang menjadi kendala anak ketika belajar di rumah lalu membantunya untuk memecahkan masalah.

“Anak sekarang itu bebas belajar seperti apa yang mereka mau, dan harus diikuti oleh guru,” imbuhnya.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *