oleh

Long Boat Alami Mati Mesin, 5 Penumpang Sempat Terombang-ambing di Perairan Sebelum Ditemukan Warga

TIMIKA – Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika melalui Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat, melakukan pencarian terhadap lima orang penumpang sebuah long boat bermesin 40 PK yang dilaporkan belum sampai tujuan di Atsj dari Betsbamu. Beruntung para korban dan kapal ditemukan warga sebelum dievakuasi oleh Tim SAR gabungan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, George Leo Mercy Randang SIP MAP melalui Humas SAR, Muhammad, Senin (17/5) menuliskan, Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat menerima laporan awal dari keluarga korban, yakni Hendra Teturan bahwa sebuah long boat berpenumpang lima orang belum tiba di Atsj. Sebelumnya, long boat bertolak dari Betsbamu menuju Atsj.

Laporan itu diterima Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat pada Minggu (16/5) pagi sekitar jam sepuluh. Di mana menurut Hendra, seharusnya long boat sampai tujuan  pada Sabtu (15/5) jam delapan malam sejak berangkat dari hari yang sama pukul tujuh malam.

“Namun karena tidak tiba saat itu juga, Minggu paginya keluarga korban melaporkan hal tersebut,” tulisnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, George Leo Mercy Randang, SIP MAP kemudian menerjunkan Tim SAR gabungan yang terdiri dari rescuer Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat serta Polairud Asmat dan keluarga korban. Di hari Minggu sekitar jam lima sore, semua penumpang kemudian ditemukan dalam keadaan selamat.

Adapun, long boat tersebut diketahui mengalami mati mesin di perjalanannya menuju Atsj.

“Menurut informasi yang didapat dari korban, bahwa speed boat yang mereka tumpangi mengalami mati mesin dalam perjalanan menuju Atsj, sehingga mereka hanyut dan terbawa arus hingga ditemukan oleh masyarakat di sekitar perairan kampung Ocenap,” jelasnya.

Para penumpang dalam long boat itu adalah Risal Teturan (30), Susanto Teturan (30), Agus Teturan (30), Omrunte (28) dan Novi (25).

“Karena sudah ditemukan, pencarian long boat bermesin 40 PK tersebut kemudian diusulkan untuk ditutup,” kata Muhammad. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *