oleh

Cuti Bersama Lebaran 2021, Guru di Pedalaman dan Pesisir Tidak Libur

TIMIKA – Guru-guru yang bertugas di wilayah pegunungan dan pesisir pada momen cuti bersama lebaran Tahun 2021 tidak diliburkan oleh Dinas Pendidikan Mimika. Para guru ini tetap berada di tempat tugas mereka walaupun memang sekolah tidak ada aktivitas belajar dan mengajar. Selain tidak libur lebaran, para guru ini juga tidak ditarik dari tempat tugasnya pada saat libur tahun ajaran baru 2021-2022 ini.

Kebijakan tidak meliburkan guru dari wilayah pegunungan dan pesisir pantai ini diambil oleh pemerintah daerah agar mereka tetap berada di tempat tugasnya. Para guru ini sudah berada di tempat tugas mereka sejak awal Januari dan baru akan ditarik ke kota pada bulan Desember 2021 nantinya. Hal ini juga dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 ke kampung-kampung.

Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jeni O Usmany, Rabu (19/5) mengatakan para guru yang bertugas di pedalaman dan pesisir ini tetap berada di tempat tugasnya untuk melihat para siswa-siswinya secara langsung. Dengan keberadaan para guru pada satu tahun ajaran di tempat tugasnya, Jeni berharap pihak luar bisa melihat jika mereka betul-betul mengabdi di tempat tugasnya.

Hal ini ia katakan karena selama ini memang masih ada beberapa pihak yang menginformasikan jika guru-guru tidak berada di tempat tugasnya, namun tidak bisa disertai dengan bukti dan data yang jelas di sekolah mana.

“Kami terbuka untuk dikritik, namun yang bertanggung jawab, harus ada data yang mendukung, jika tidak ada guru di pedalaman, di sekolah mana, kalau memang ada guru kontrak maka kita langsung akan berhentikan,” tegasnya.

Jika guru tidak ada di pedalaman khususnya untuk guru ASN jelas Jeni maka pihaknya tidak akan membayar insentifnya. Dengan cara inilah, pihaknya berusaha untuk menegakkan aturan. Namun, upaya ini tambahnya harus didukung juga oleh masyarakat yang harus memberikan informasi yang jelas apabila memang menemukan ketidakhadiran guru di pedalaman maupun di pesisir.

“Kami mau tegakkan aturan, harus ada dukungan juga dari masyarakat,kami juga tidak bisa memberikan sanksi kepada guru kalau tidak ada data jelasnya,” imbuhnya. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *