oleh

ODGJ Capai 50 Orang, tapi Tidak Tertangani

TIMIKA – Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Mimika terbilang cukup banyak. Sayangnya Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika belum menjadikan penanganan sosial ini sebagai salah satu prioritas. Akibatnya ODGJ di Mimika tidak tertangani.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM mengatakan jumlah penderita gangguan jiwa di Mimika terbilang cukup tinggi. Tercatat saat ini lebih dari 50 orang. Ia mengakui, penanganan belum dilakukan karena banyak kendala.

Salah satunya, tidak adanya fasilitas kesehatan untuk merawat atau mengobati penderita gangguan jiwa. “Sehingga seharusnya kita punya paling tidak klinik jiwa di sini. Harusnya buat klinik untuk penderita gangguan jiwa,” katanya.

Mimika diungkapkan Wabup, sebenarnya pernah memiliki dokter spesialis kejiwaan yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tapi karena kurangnya perhatian atau tidak adanya program pemerintah untuk penanganan ODGJ maka dokter tersebut memilih pindah. Menurut Wabup ini sebuah kerugian bagi Mimika.

Wabup menyarankan bahkan meminta Dinkes Mimika untuk sebaiknya menjadi pembangunan klinik jiwa sebagai program prioritas ketimbang membangun rumah sakit pratama. Juga mulai mempersiapkan sumber daya manusia mulai dari perawat, psikiater dan lainnya. Meski ODGJ di Mimika cukup banyak namun Wabup Rettob memastikan tidak ada yang dipasung.

“Pasung di Timika, saya yakin bahwa tidak ada. Kalau orang Mimika, saya sudah pernah bertanya kepada aparat atau masyarakat apakah pasung atau OGDJ dikurung itu tidak ada,”  jelasnya.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *